radar jember - Di tengah hangatnya suasana Ramadhan, masyarakat Jawa Timur memiliki tradisi unik yang disebut 'weweh', sebuah budaya berbagi yang mengakar kuat dalam nilai gotong royong dan kepedulian sosial. 'Weweh' sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "memberi" atau "berbagi", dan meskipun terdengar sederhana, tradisi ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Biasanya, tradisi ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa, di mana seseorang menyiapkan hidangan khas seperti kolak, jenang, atau nasi beserta lauk pauknya untuk kemudian diberikan kepada tetangga, sanak saudara, atau mereka yang membutuhkan. Tidak ada aturan baku dalam *weweh*, sebab inti dari tradisi ini adalah keikhlasan dalam berbagi dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Di beberapa daerah, tradisi ini bahkan telah berkembang menjadi kegiatan berbagi secara massal, seperti yang dilakukan di masjid-masjid atau melalui komunitas lokal yang secara kolektif menggalang donasi dan membagikan makanan kepada kaum dhuafa. Tak jarang, mereka yang dulunya menerima *weweh* kelak menjadi pihak yang memberi, menciptakan siklus kebaikan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Tradisi ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa Timur yang percaya bahwa kebahagiaan di bulan suci tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk dibagikan kepada sesama, sehingga esensi Ramadhan sebagai bulan penuh berkah benar-benar dirasakan oleh semua orang.
Editor : M. Ainul Budi