Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Lebaran Idul Fitri, Begini Fakta-fakta yang Bisa Kamu Ketahui

Radar Digital • Sabtu, 29 Maret 2025 | 18:35 WIB
SUDAH KEBIASAAN: Tradisi ziarah kubur menjadi salah satu kebiasaan sejumlah umat muslim mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal sebelum datangnya bulan suci Ramadan.
SUDAH KEBIASAAN: Tradisi ziarah kubur menjadi salah satu kebiasaan sejumlah umat muslim mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal sebelum datangnya bulan suci Ramadan.

radar jember - Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Jawa memiliki tradisi yang kental, yaitu ziarah kubur atau yang dikenal dengan istilah "nyekar". Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan refleksi diri bagi keluarga yang masih hidup.

Nyekar berasal dari bahasa Jawa yang berarti menaburkan bunga di makam. Praktik ini dilakukan dengan mengunjungi makam keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia, membersihkan area makam, menaburkan bunga, serta mendoakan arwah mereka. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat akan kehidupan setelah mati dan pentingnya introspeksi diri.

Akar tradisi nyekar dapat ditelusuri sejak masa kerajaan Hindu-Buddha, di mana masyarakat telah memiliki kebiasaan mengunjungi makam leluhur sebagai bentuk penghormatan. Dengan masuknya Islam ke Nusantara, tradisi ini tetap dilestarikan dan disesuaikan dengan ajaran Islam, sehingga menjadi perpaduan antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman. 

Tradisi nyekar biasanya dilakukan pada dua momen penting: menjelang Ramadan dan sebelum Idul Fitri. Menjelang Ramadan, nyekar dilakukan sebagai persiapan spiritual memasuki bulan suci, sementara sebelum Idul Fitri, tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi keluarga dalam menyambut hari kemenangan. 

Dalam ajaran Islam, ziarah kubur dianjurkan karena dapat mengingatkan umat pada kematian dan kehidupan akhirat. Beberapa ulama di Indonesia, seperti Ustad Adi Hidayat, Buya Yahya, dan Ustad Abdul Somad, memandang tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan sebagai praktik positif yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Saat melakukan nyekar, terdapat beberapa adab dan tata cara yang dianjurkan, antara lain:

  1. Membersihkan Makam: Menghilangkan rumput liar dan membersihkan area sekitar makam.
  2. Membaca Doa: Membaca surat-surat pendek dari Al-Qur'an dan mendoakan arwah yang telah meninggal.
  3. Menabur Bunga: Menaburkan bunga di atas makam sebagai simbol penghormatan.
  4. Menghindari Perilaku Tercela: Menjaga sikap dan perilaku selama di area pemakaman, seperti tidak berbicara keras atau bercanda berlebihan.

Tradisi nyekar menjelang Ramadan dan Idul Fitri di Jawa merupakan perpaduan harmonis antara ajaran Islam dan budaya lokal. Praktik ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga memperkuat kesadaran spiritual dan penghormatan kepada leluhur. Dengan memahami makna dan sejarahnya, diharapkan tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Editor : M. Ainul Budi
#TRADISI #ziarah kubur