Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral! Seruan Kumpulkan Bukti Kekerasan Aparat Usai Demo di Malang

Radar Digital • Senin, 24 Maret 2025 | 21:49 WIB
Photo
Photo

Radarjember- Aksi demo di Malang pada hari Minggu (23/3/2025) kemarin menyisakan kontroversi besar. Sejumlah laporan menyebutkan adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI dan POLRI dalam pengamanan jalannya aksi. Momen tersebut sempat terdokumentasi oleh beberapa warga yang berada di lokasi kejadian, dan kini seruan untuk mengumpulkan bukti kekerasan aparat semakin viral di media sosial.

Saat ini, beredar seruan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan bukti-bukti kekerasan aparat selama aksi berlangsung. Seperti yang tersebar di dalam postingan salah satu warga X dengan akunnya yang bernama @BydiBukanIntel, ia mengunggah pesan ajakan untuk mengirimkan dokumentasi kekerasan aparat melalui WhatsApp ke nomor 082338755176.

Dalam unggahannya, @BydiBukanIntel menuliskan, "Untuk teman-teman di Malang yang tadi mendokumentasikan kekerasan aparat TNI/POLISI, minta tolong untuk dikirimkan melalui WhatsApp. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti kekerasan aparat di aksi Malang tadi.”

Unggahan tersebut mendapat respons yang cukup luas dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan dengan membagikan ulang pesan tersebut, berharap semakin banyak bukti terkumpul dan keadilan dapat ditegakkan. Di sisi lain, ada pula warganet yang mengingatkan untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penyalahgunaan data.

Beberapa warganet membagikan pengalaman mereka saat menyaksikan aksi kekerasan yang terjadi. Mereka mengaku melihat aparat memukul dan mendorong peserta aksi secara berlebihan, meski situasi dianggap masih kondusif. Tak sedikit yang merasa kecewa dan berharap ada pertanggungjawaban dari pihak berwenang terkait tindakan tersebut.

Tidak hanya peserta aksi yang menjadi korban kekerasan, namun posko medis yang seharusnya menjadi tempat netral pun turut terdampak. Beberapa relawan medis melaporkan bahwa mereka sempat diintimidasi dan dihalangi saat memberikan pertolongan pertama kepada peserta aksi yang terluka.

Bahkan ada laporan bahwa peralatan medis dirusak dan beberapa relawan mengalami kekerasan fisik. Hal ini semakin memperkuat seruan pengumpulan bukti kekerasan aparat untuk memastikan adanya pertanggungjawaban hukum

Aksi demo di Malang ini awalnya dimulai dengan damai, menyuarakan berbagai isu sosial dan keadilan. Namun, suasana mulai memanas ketika aparat berupaya membubarkan massa. Banyak pihak berharap agar insiden kekerasan ini segera diusut tuntas dan tidak terulang di masa depan, terutama dalam penanganan aksi-aksi serupa yang melibatkan kepentingan publik.

Berdasarkan beberapa komentar yang muncul, aksi pengumpulan bukti ini diharapkan dapat mendorong pihak berwenang untuk melakukan investigasi secara serius mengenai dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Banyak kalangan berpendapat bahwa transparansi dalam penanganan kasus semacam ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. Jika tidak ada tindakan tegas dan akuntabilitas yang jelas, dikhawatirkan rasa ketidakpercayaan terhadap aparat semakin meningkat dan dapat memicu konflik yang lebih besar kedepannya.

Editor : M. Ainul Budi
#intel #malang #Demo