Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puncak Kemarau 2025 Diprediksi Terjadi pada Juni hingga Agustus Mulai Dari Jember Hingga Malang, Lakukan Langkah Berikut Supaya Tak Kekurangan Air

Radar Digital • Rabu, 19 Maret 2025 | 14:10 WIB
Kemarau panjang berdampak terhadap sektor pertanian dimana sawah sulit memperoleh air, seperti dirasakan oleh petani di Kabupaten Jombang benar-benar terpukul gegara hujan tak kunjung turun.
Kemarau panjang berdampak terhadap sektor pertanian dimana sawah sulit memperoleh air, seperti dirasakan oleh petani di Kabupaten Jombang benar-benar terpukul gegara hujan tak kunjung turun.

radar jember - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai puncak musim kemarau yang diprediksi akan terjadi antara bulan Juni hingga Agustus 2025.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan cuaca ekstrem dan berpotensi mengakibatkan kekeringan di beberapa daerah.

Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama periode tersebut.

BMKG mencatat bahwa puncak kemarau ini akan berdampak pada berbagai wilayah di Indonesia, termasuk beberapa daerah di Jawa Timur yang diperkirakan akan mengalami kekeringan. Beberapa daerah yang mungkin terdampak antara lain:

Malang

Jember

Banyuwangi

Probolinggo

Sidoarjo

Dwikorita menambahkan bahwa meskipun puncak kemarau akan terjadi, tidak semua wilayah akan mengalami kekeringan dengan intensitas yang sama. Sebagian daerah mungkin mengalami kondisi normal, sementara yang lain lebih kering dari biasanya.

Menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada bulan Juni hingga Agustus, masyarakat dapat mengambil beberapa langkah proaktif untuk meminimalkan dampak kekeringan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:

1. Menggunakan Air dengan Bijak: Penting untuk menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Tutup keran saat tidak digunakan, perbaiki kebocoran, dan gunakan air sesuai kebutuhan.

2. Menjaga Sumber Air: Melindungi sumber-sumber air bersih dan melakukan konservasi air sangat penting. Masyarakat dapat melakukan penanaman pohon untuk meningkatkan resapan air dan mengurangi penutupan permukaan tanah yang dapat menghambat aliran air.

3. Membangun Infrastruktur Penampungan Air: Pembangunan waduk atau embung sebagai tempat penampungan air hujan dapat membantu menyediakan sumber air tambahan selama musim kering.

4. Mengadopsi Teknik Pertanian Berkelanjutan: Petani disarankan untuk menggunakan teknik irigasi yang efisien, seperti irigasi tetes, serta menanam varietas tanaman yang tahan kekeringan untuk menjaga produktivitas pertanian.

5. Penyimpanan Air untuk Darurat: Masyarakat disarankan untuk menyimpan cadangan air dalam tangki atau sumur dalam untuk keperluan darurat.

Dengan adanya prediksi ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah ini, supaya masyarakat dapat lebih siap dan mampu mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh musim kemarau.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #sidoarjo #puncak kemarau #malang #banyuwangi #BMKG