Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Kondisi Terbaru Lumpur Lapindo Dikabarkan Berhenti, Tanda Baik atau Justru Berbahaya?

Radar Digital • Senin, 17 Maret 2025 | 22:30 WIB

 

Photo
Photo

Radar Jember – Kabar mengenai berhentinya semburan Lumpur Lapindo di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, tengah ramai diperbincangkan.

Informasi tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Semburan Lumpur Lapindo pertama kali terjadi pada Senin, 29 Mei 2006, pukul 05.30 WIB.

Titik semburan ini berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Semburan tersebut berasal dari Sumur Banjarpanji 1, yang merupakan bagian dari eksplorasi gas Blok Brantas milik PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong.

Meskipun kabar mengenai berhentinya semburan lumpur beredar luas, sejumlah warga setempat masih menyaksikan lumpur terus menyembur dari titik yang sama.

“Berita tersebut viral di media sosial sekitar seminggu yang lalu. Bahkan saya sendiri pada saat melihat di medsos sempat penasaran. Kemudian pagi harinya saya mengecek ke tanggul penahan lumpur, semburan masih tampak keluar,” ujar Sastro (42), mantan warga Desa Jatirejo, , Kamis, 13 Maret 2025.

Menanggapi kabar ini, pakar geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si, menjelaskan bahwa ada kemungkinan semburan lumpur berhenti jika gas yang ada di bawah permukaan telah habis.

“Mungkin kalau gas di bawah sudah habis, maka lama-lama semburan akan berhenti. Lumpur bisa naik ke atas karena ada tekanan gas. Jika gasnya habis, maka lumpur tidak akan terdorong lagi,” jelas Prof. Amien.

Namun, Prof. Amien juga menekankan bahwa fenomena ini tidak bisa langsung dikatakan sebagai pertanda baik atau buruk.

Menurutnya, masih diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan lumpur.

“Mudah-mudahan ini pertanda baik, karena di awal-awal dulu ada gas besar di bawahnya, dan sekarang mungkin sudah mulai menipis,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait kondisi terkini semburan Lumpur Lapindo.

Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah dan para ahli sebelum mengambil kesimpulan.

 Penulis : Shafa Azzahra

Redaktur : M. Ainul

Editor : M. Ainul Budi
#sidoarjo #lumpur lapindo #porong