Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

FOMO vs JOMO: Gen Z Beralih dari Takut Ketinggalan Menjadi Menikmati Hidup Dengan Santai

Radar Digital • Kamis, 13 Maret 2025 | 16:05 WIB
FOMO
FOMO

radar jember - Pengaruh media sosial di mana informasi menyebar begitu cepat, membuat masyarakat, terutama Gen Z semakin memiliki kesempatan dalam berbagai hal, seperti mengenal tren, berinteraksi dengan siapapun, atau bahkan menghadiri aktivitas online dan offline.

Namun, kadang hal ini bisa jadi mengganggu karena adanya rasa ketakutan akan ketinggalan tren yang dipicu oleh sosial media atau lebih dikenal dengan FOMO (Fear of Missing Out).

 FOMO mengacu pada kegelisahan yang dialami ketika merasa tidak diikutsertakan dalam suatu hal yang menarik, penting dan menyenangkan.

Hal ini sangatlah wajar sebab manusia merupakan makhluk sosial yang secara biologis memiliki rasa takut dikucilkan di lingkup sosialnya, tetapi sikap FOMO ini akan mendorong seseorang untuk membandingkan kehidupannya sendiri dengan kehidupan orang lain sehingga terjebak dengan rasa ketidaknyaman dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. 

Namun, dengan meningkatnya kesadaran Gen Z akan kesehatan Mental, mereka mulai menggeser FOMO menjadi JOMO.

 Joy of Missing Out (JOMO) adalah kebalikan dari FOMO, yaitu sikap kembali ke kesenangan yang sederhana dan menikmati ketenangan tanpa perlu cemas mengikuti semua hal yang sedang viral.

Alih-alih memaksakan diri untuk selalu hadir di setiap acara atau mengikuti setiap tantangan viral, mereka lebih memilih untuk melakukan hal yang benar-benar mereka nikmati, seperti membaca buku, menikmati waktu sendiri, atau menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat.

Peralihan FOMO Vs JOMO

FOMO sendiri merupakan bentuk dari rasa keingintahuan manusia.

Hal ini adalah salah satu motivator positif untuk berpikir yang mana sepanjang sejarahnya telah berhasil membawa berbagai terobosan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

Namun, adanya sosial media memunculkan masalah baru, informasi yang terus menerus beredar membuat perasaan kita jenuh, sehingga dapat dikatakan sosial media telah membajak dan membombardir kita dengan banyaknya tren yang cepat berganti. 

Untuk menghindari FOMO dan beralih JOMO, yang perlu kita lakukan adalah membedakan informasi apa yang layak diperhatikan dan bagaimana menilai akurasi informasi yang sesuai.

Dalam sebuah video TED berjudul JOMO No FOMO, seorang pembuat film dokumenter, Barbara Krieger berpendapat bahwa tidak semua informasi yang kita perhatikan secara terus-menerus membuat kita merasa terinformasi.

Oleh karena itu, kita harus memahami betul bahwa informasi yang disampaikan secara online sifatnya hanya berulang dan justru membuat kita merasa terganggu.

Untuk mengatasi kejenuhan akan banyaknya informasi dan tren, maka kita harus menavigasi fokus dan bijak terhadap informasi daring maupun luring.

Editor : M. Ainul Budi
#jomo #fomo #Gen Z