radar jember - Banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung menerjang permukiman warga di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu malam (2/3). Sebanyak 423 warga terdampak dalam peristiwa ini setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dengan intensitas tinggi.
Hujan deras yang berlangsung sejak sore hari menyebabkan debit air Sungai Ciliwung meningkat signifikan. Sekitar pukul 19.45 WIB, air meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai dua meter. Akibat peristiwa ini, 119 keluarga yang tinggal di tiga RT di RW 01 Kampung Pensiunan terdampak secara langsung.
Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir, sementara beberapa lainnya mengalami luka ringan. Selain itu, banjir menyebabkan kerusakan rumah dengan kategori sedang hingga berat, serta mengganggu aktivitas masyarakat.
"Air mulai masuk ke rumah dengan sangat cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang karena harus segera mengungsi," ungkap salah satu warga terdampak.
Proses evakuasi dilakukan sejak malam hari oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri. Warga terdampak langsung dievakuasi ke Gedung Serbaguna RT 1 RW 1, Tugu Selatan, yang dijadikan tempat pengungsian sementara. Warga mulai beristirahat setelah melewati malam penuh ketidakpastian akibat banjir bandang ini.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turun langsung ke lokasi banjir pada Senin dini hari untuk memastikan kondisi warga dan menyalurkan bantuan. Selain itu, ia memastikan dapur umum beroperasi dengan baik agar kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. "Bantuan tersebut dari Pemkab Bogor. Tentu kita persiapkan untuk kebutuhan bahan pokok. Saya ucapkan terima kasih banyak, bukan hanya Pemerintah Kabupaten Bogor, dari TNI dari Polri juga mempersiapkan untuk sahur bagi para pengungsi," kata Rudy. Dikutip dari ntvnews.id
Saat ini, kondisi di lokasi sudah lebih kondusif. Air mulai surut sejak pukul 22.00 WIB, dan warga yang terdampak telah kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur serta material yang terbawa arus. Meski demikian, beberapa jembatan di wilayah Kecamatan Cisarua mengalami kerusakan parah. BPBD mencatat lima jembatan yang menghubungkan desa-desa di Tugu Selatan, Tugu Utara, Batulayang, Megamendung, dan Kodokan terputus akibat banjir. Hal ini menyebabkan terganggunya akses transportasi di kawasan terdampak.
Selain Kampung Pensiunan, beberapa titik lainnya seperti Pasar Cisarua dan Kampung Batulayang juga mengalami dampak serius akibat banjir. Pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah (one-way) di beberapa lokasi untuk mengurangi kemacetan akibat infrastruktur yang rusak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan deras masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir.
Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase serta pengelolaan sungai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. "Kami akan segera menindaklanjuti dengan program mitigasi bencana, termasuk normalisasi sungai dan peningkatan infrastruktur penahan banjir," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bogor.
Editor : M. Ainul Budi