Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Data dan Faktanya Gen Z Soal Kopi dan Kafe yang Lagi Ngetren Saat ini, Budaya Fomo Hingga Memang Suka?

Radar Digital • Selasa, 4 Maret 2025 | 02:45 WIB
PERHATIKAN BAHAN: Kualitas bahan kopi juga penting untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa kopi yang pas.
PERHATIKAN BAHAN: Kualitas bahan kopi juga penting untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa kopi yang pas.

radar jember - Dulu kopi hanya sekadar teman begadang, kini bagi Gen Z, kopi merupakan simbol gaya hidup dan standar baru. Dengan semakin berkembangnya coffee shop dan tren minuman kekinian, kopi telah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Apa yang membuat minuman pahit ini begitu digandrungi?

Kopi sendiri memiliki cita rasa yang cukup beragam, mulai dari pahit khas kopi sampai dengan varian modern yang lebih creamy dan manis. Kepopuleran kopi di kalangan Gen Z tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada sensasi dan suasana yang ditawarkan.

Akibat maraknya coffee shop yang terus-menerus berkembang, Gen Z memiliki daya tarik kuat untuk mencoba berbagai inovasi racikan kopi yang semakin kreatif dan bervariatif.

Budaya minum kopi di kalangan Gen Z juga dipengaruhi oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Mereka tidak ingin ketinggalan tren minum kopi yang tengah viral, sehingga setiap kali ada coffee shop baru yang viral, mereka berbondong-bondong mencobanya.

Minum kopi bukan lagi sekadar kebutuhan atau penunjang energi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial.

Dorongan untuk tidak ketinggalan tren ini tidak hanya tentang mencicipi kopi, tetapi juga tentang merasakan pengalaman lengkap yang ditawarkan coffee shopGen Z lebih suka untuk menikmati kopi di coffee shop daripada dengan sekadar kopi yang diseduh sendiri di rumah.

Banyak coffee shop kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga sebagai ruang sosial di mana mereka bisa berkumpul, bekerja, atau sekadar bersantai.

Banyak dari mereka yang menggunakan waktu di coffee shop untuk bekerja, belajar, atau bahkan mengerjakan proyek pribadi, menjadikan suasana yang inspiratif sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

Selain itu, interaksi dengan barista yang terampil dan pengetahuan mereka tentang kopi juga menambah pengalaman.

Desain interior yang Instagramable dan suasana yang nyaman menjadi daya tarik tersendiri, mendorong mereka untuk mengabadikan momen dan membagikannya di media sosial.

Keberadaan media sosial juga merupakan pengaruh besar bagi kebiasaan Gen Z.

Platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter biasanya mengunggah banyak konten promosi yang tengah viral. Konten-konten viral seputar minuman kopi kekinian dengan suasana baru, review coffee shop, atau seputar kopi menciptakan rasa urgensi untuk segera mencoba sebelum tren tersebut berlalu.

Ruang promosi tersebut yang mendorong mereka untuk terus mengikuti tren terbaru.

Tak heran, setiap foto atau video yang mereka lihat perihal  kopi tidak hanya memicu rasa penasaran, tetapi juga ada keinginan untuk menampilkan identitas serupa.

Menurut data dari Dok JakPat mengungkapkan bahwa “Secara lebih detail juga terungkap bahwa 66% Gen Z mengaku ngopi tiap hari, sementara 55% Milenial hanya sesekali.”

Angka ini menunjukkan perbedaan signifikan antara generasi, di mana Gen Z lebih terdorong oleh tren viral untuk menjadikan kopi sebagai rutinitas harian.

Dengan demikian, viralitas tidak hanya mempengaruhi preferensi konsumsi, tetapi juga mengubah pola perilaku dan prioritas mereka dalam berinteraksi dengan tren sosial.

Editor : M. Ainul Budi
#Gen Z #Kopi