Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sepur Kluthuk Jaladara Kereta Uap Bersejarah di Kota Solo! Cek Rutenya dan Dapatkan Nuansa Bersejarah!

Radar Digital • Jumat, 17 Januari 2025 | 21:10 WIB
BEROPERASI: Sepur Kluthuk Jaladara menjadi salah satu objek wisata di kota solo. (BUDI/RJ)
BEROPERASI: Sepur Kluthuk Jaladara menjadi salah satu objek wisata di kota solo. (BUDI/RJ)

Radar Jember – Menikmati suasana Kota Solo akan terasa lebih lengkap dengan pengalaman naik kereta uap legendaris, yakni Sepur Kluthuk Jaladara.

Sepur Kluthuk Jaladara merupakan kereta uap dari zaman Hindia Belanda yang sekarang berfungsi sebagai kereta pariwisata di Kota Solo.

Kereta tersebut sudah beroperasi di Kota Solo sejak tahun 2009.

Sepur Kluthuk Jaladara telah menjadi ikon kota solo sejak lama, lantaran banyak dikenal karena memberikan pengalaman unik bagi penumpangnya.

Sepur Kluthuk Jaladara telah berusia lebih dari 100 tahun, yang tentunya akan memberikan nuansa bersejarah bagi setiap penumpang kereta tersebut.

Kereta ini melintasi jalan utama Kota Solo, yakni Jalan Slamet Riyadi, di mana ia akan jalan berdampingan dengan kendaraan modern lainnya, menciptakan perpaduan unik antara masa lalu dan masa kini.

Sepur Kluthuk Jaladara memulai keberangkatannya dari stasiun Purwosari.

Pemberhentian pertama kereta uap ini adalah Loji Gandrun, yakni bangunan peninggalan Belanda yang saat ini menjadi rumah dinas wali kota Surakarta.

Disana para penumpang bisa turun untuk mengambil dokumentasi di area Loji Gandrung.

Tidak hanya itu, penumpang juga bisa mengambil dokumentasi di ruang tamu Sepur Kluthuk Jaladara.

Pemberhentian berikutnya ada di Stasiun Solo Kota. Pada pemberhentian ini, para penumpang bisa mengamati proses Sepur Kluthuk Jaladara putar balik.

Selanjutnya, kereta akan berhenti di Gedung Djoeang 45 yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

Penumpang bisa menemukan banyak spot foto di Gedung Djoeang 45, selain itu didalamnya juga ada restoran yang bisa dikunjungi.

Setelah penumpang puas dengan Gedung Djoeang 45, Sepur Kluthuk Jaladara akan kembali ke Stasiun Purwosari.

Setiap pemberhentian, penumpang diberikan waktu 20 sampai 25 menit untuk menikmati suasana ataupun mengambil foto.

Editor : Radar Digital
#Kereta Jaladara #sepur kluthuk jaladara #solo