Radar Jember – Terowongan Sasaksaat merupakan salah satu peninggalan Belanda yang memiliki nilai sejarah.
Trowongan Sasaksaat menjadi satu-satunya terowongan terpanjang peninggalan belanda yang masih aktif sampai sekarang.
Terowongan tersebut berada di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Panjang terowongan Sasaksaat adalah 949 meter, hampir mencapai satu kilo meter.
Banyak kemegahan dan sejarah kelam yang berada dibalik terowongan yang berusia lebih 120 tahun ini.
Proyek pembangunan dimulai oleh Saatssporwegen (SS) pada tahun 1902, sebuah perusahaan kereta api milik pemerintahan kolonial.
Sebelum proyek dimulai, masyarakat menggelar upacara tradisional dengan memberikan sesajen sebagai bentuk permohonan keselamatan selama proses pembangunan.
Upacara tersebut diadakan karena pembangunan terowongan Sasaksaat berada di gunung yang dipercayai angker oleh masyarakat setempat.
Pembangunan terowongan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat pribumi, melainkan juga mengambil pekerja dari cina, dan eropa.
Masyarakat pribumi dan cina dijadikan pekerja kasar yang diharuskan bekerja siang dan malam tanpa henti untuk mengikis lahan dalam pembangunan terowongan.
Sedangkan pekerja eropa menempati posisi kepala cabang, mandor, pemborong, dan teknisi.
Pembangunan terowongan Sasaksaat dilakukan menggunakan teknologi canggih dari Belgia.
Meskipun demikian, pembangunan tidak berjalan dengan lancar. Terdapat beberapa hambatan seperti rembesan air yang berpotensi membuat tanah longsor.
Selama proses pembangunan, banyak masyarakat pribumi meninggal karena kelaparan dan tertimpa longsoran tanah.
Kadar air berlebih yang terkandung didalam gunung diatasi melalui pelapisan semen dan seng di beberapa bagian terowongan.
Terowongan Sasaksaat berhasil dikerjakan dalam waktu satu tahun, yakni selesai pada tahun 1903.
Sampai sekarang, terowongan Sasaksaat masih aktif menjadi jalur yang menghubungkan Bandung-Jakarta.
Editor : Radar Digital