RADAR JEMBER – Gempa megathrust yang berpotensi menghantam sebagian wilayah Indonesia, dengan guncangan hingga 9 magnitudo, menjadi kekhawatiran besar karena dapat menyebabkan kerusakan parah pada bangunan. Namun, masyarakat Sunda telah memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi bencana alam ini sejak ratusan tahun lalu. Mereka membangun rumah yang menyesuaikan dengan kondisi topografi wilayah rawan bencana gempa.
Salah satu keunikan arsitektur rumah Sunda kuno adalah penggunaan bambu sebagai elemen bangunan utama. Selain itu, mereka menghindari bahan bangunan keras seperti batu dan tanah liat yang berisiko hancur saat gempa. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di sekitar, seperti batang pohon, bambu, dedaunan, dan jerami. Inovasi ini melahirkan rumah panggung, yang tidak hanya tahan gempa, tetapi juga efektif dalam menghindari banjir dan serangan hewan liar.
Rumah-rumah panggung Sunda terbuat dari kayu dan bambu yang elastis, sehingga mampu meredam guncangan gempa dan mengubahnya menjadi getaran yang stabil. Menurut Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja, M.Ars, dari Lembaga Adat Karatuan Padjadjaran, bangunan yang menggunakan kayu dan bambu bisa tahan hingga guncangan berkekuatan 9 atau 10 skala Richter.
Fondasi rumah tradisional Sunda juga dirancang untuk meredam gempa melalui penggunaan umpak, yaitu batu besar berbentuk kerucut yang dipahat. Kayu ditanam ke dalam umpak yang sedikit longgar untuk menahan guncangan dan mencegah patahan. Selain itu, struktur bangunan diperkuat dengan sistem ikat menggunakan tali serat alam yang memperkokoh susunan kayu.
Model rumah panggung berbahan kayu dan bambu ini terbukti lebih tahan terhadap gempa dibandingkan dengan bangunan dari beton atau tembok. Bangunan tersebut mampu meredam guncangan besar, seperti yang diprediksi akan terjadi di wilayah-wilayah rawan gempa di Indonesia, termasuk di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Pakar geologi Teuku Abdullah Sanny menjelaskan bahwa rumah panggung memiliki kemampuan untuk melepaskan energi gempa di permukaan tanah, sehingga mengurangi risiko kerusakan pada bangunan utama.
Dengan demikian, rumah panggung berbahan kayu dan bambu dianggap sebagai solusi ideal untuk menghadapi potensi bencana gempa besar di masa depan.
Editor : Radar Digital