Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Presiden Jokowi : Pembangunan IKN Didukung Rakyat Lewat DPR, Keliru Kalau Disebut Proyek Saya

Radar Digital • Kamis, 26 September 2024 | 21:11 WIB
DOK SEKRETARIAT PRESIDEN
DOK SEKRETARIAT PRESIDEN

Penajam Paser Utara - Radar Jember,- Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keputusan untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Kalimantan Timur sudah sesuai ketentuan.

Jokowi mengklaim proyek Ibu Kota Nusantara atau IKN sudah disetujui seluruh rakyat, melalui DPR di Jakarta.

Dia mengatakan, wacana pemindahan Ibu Kota Negara ini sudah digagas oleh Bung Karno

Presiden pertama Republik Indonesia. Gagasan itu juga disampaikan presiden kedua RI Soeharto.

"Kalau saya itu hanya mengeksekusi. Gagasan itu sudah gagasan panjang. Udah lama," katanya dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) di Istana Negara, Ibu Kota Negara, Rabu (25/9) siang.

Dia mengatakan, pada 2014 setelah dilantik menjadi presiden di periode pertama, langsung meminta agar Kepala Bappenas mengecek kenapa Bung Karno sempat mengusulkan Palangkaraya sebagai ibu kota baru Republik Indonesia.

Dan setelah melalui beberapa studi muncul tiga kandidat. Pertama Palangkaraya, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.

"Tambah satu di Sulawesi di Mamuju," katanya.

Didetilkan lagi, kemudian Jokowi mengeceknya langsung ke lapangan beberapa kali. "Saya cek di lapangan nggak sekali, dua, tiga kali kemudian Bismillah saya putuskan di Penajem Paser Utara Kalimantan Timur," katanya.

Dia menegaskan, prosedur ketatanegaraan juga dia lakukan dengan baik. Yakni dengan menyampaikan izin lalu membahasnya dengan para wakil rakyat di DPR RI.

Jadi, kata Jokowi, pembangunan IKN bukan keputusan presiden saja, tetapi juga keputusan seluruh rakyat Indonesia yang diwakili oleh seluruh anggota DPR RI.

"Supaya jangan ada sebuah kekeliruan persepsi bahwa ini adalah proyeknya Presiden Jokowi, bukan,” katanya.

Jokowi juga menyampaikan bahwa sebelumnya dia menyampaikan rencana pemindahan ibu kota itu secara lisan di dalam rapat paripurna tanggal 16 Agustus.

"Kemudian diikuti dengan pengajuan undang-undang mengenai ibu kota Nusantara, dan itu disetujui 93 persen dari fraksi yang ada di DPR,” kata Jokowi dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi nasional Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Rabu (25/9).

Rakornas itu sendiri diikuti oleh para pimpinan Baznas RI, provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Jokowi juga mengapresiasi antusias para peserta Rakornas yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

"Sejak saya masuk rtadi saya melihat wajah-wajah bapak ibu cerah semuanya. Kelihatan seneng gitu, saya lihat gembira. Ya inilah Ibu Kota Nusantara," katanya yang disambut riuh tepuk tangan peserta Rakornas Baznas. (ras)

Editor : Radar Digital
#Jember #IKN #Jokowi #penajam paser utara #istana negara #bung karno #baznas