Radar Jember - Mengubah jadwal perjalanan kereta kini semakin mudah dengan bantuan aplikasi KAI Access.
Bagi penumpang yang sudah memesan tiket melalui aplikasi ini, perubahan jadwal dapat dilakukan secara langsung melalui aplikasi tanpa perlu mengunjungi stasiun.
Meski begitu, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi serta biaya administrasi yang dikenakan untuk melakukan perubahan jadwal.
Langkah-langkah Mengubah Jadwal Kereta di Aplikasi KAI Access
Berikut adalah cara mengubah jadwal kereta melalui KAI Access:
- Buka Aplikasi KAI Access dan masuk ke akun Anda.
- Pilih menu ‘My Trips’ yang menampilkan daftar perjalanan.
- Cari kode pemesanan tiket yang ingin diubah jadwalnya.
- Setelah e-Ticket muncul, pilih opsi ‘Ubah Jadwal’.
- Pilih nama penumpang yang ingin diubah jadwalnya, lalu centang persetujuan syarat dan ketentuan.
- Cari jadwal kereta yang baru dengan mengisi informasi seperti stasiun asal, tujuan, dan tanggal keberangkatan.
- Setelah jadwal baru muncul, pilih kereta dan waktu yang diinginkan.
- Konfirmasi ulang pemesanan tiket baru, centang syarat dan ketentuan, lalu lanjutkan.
- Aplikasi akan menampilkan jumlah biaya yang perlu dibayarkan untuk perubahan jadwal. Pilih metode pembayaran yang tersedia.
- Setelah pembayaran berhasil, e-Ticket dengan jadwal baru akan muncul di menu ‘My Trips’.
Syarat Mengubah Jadwal Kereta
Untuk melakukan perubahan jadwal melalui aplikasi KAI Access, berikut beberapa syarat yang harus diperhatikan:
- Pemohon harus merupakan penumpang yang datanya terdaftar di aplikasi KAI Access.
- Perubahan jadwal dapat dilakukan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan.
- Tiket harus memiliki status 'Paid' dan belum dicetak sebagai boarding pass.
- Perubahan jadwal hanya dapat dilakukan jika kursi di kereta pengganti masih tersedia.
- Jika tiket dibeli dari platform lain, perubahan jadwal bisa tetap dilakukan selama e-ticket belum dicetak sebagai boarding pass.
Biaya Administrasi dan Simulasi Perhitungan
Ketika mengubah jadwal, penumpang akan dikenakan biaya administrasi sebesar 25% dari harga tiket sebelumnya, dengan pembulatan ke atas pada kelipatan Rp 1.000.
Biaya tambahan akan dikenakan jika tarif tiket baru lebih tinggi dari tiket awal.
Contoh perhitungan:
- Jika harga tiket awal adalah Rp 87.000, potongan biaya administrasi adalah 25% x Rp 87.000 = Rp 21.750 (dibulatkan menjadi Rp 22.000).
- Sisa harga tiket setelah potongan: Rp 87.000 - Rp 22.000 = Rp 65.000.
- Jika tiket baru berharga Rp 120.000, maka penumpang harus membayar selisihnya sebesar Rp 120.000 - Rp 65.000 = Rp 55.000.
Namun, jika tiket baru lebih murah dari tiket lama, penumpang tidak akan mendapatkan pengembalian dana.
Editor : Radar Digital