radarjember.id-Proses penangkapan pembunuh IS gadis penjual gorengan akhirnya bisa diamankan. Setelah pelaku menghilang hampir dua minggu lamanya. Pelaku ternyata ditemukan bersembunyi di sebuah rumah kosong yang berada di daerah tempat tinggal pelaku.
Proses penangkapan berjalan dramatis. Banyak warga yang ikut melakukan penangkapan. Bahkan warga memadati kawasan rumah kosong untuk menangkapnya. Dengan penuh emosi dan kemarahan warga dan pihak kepolisian berhasil mengamkan pelaku.
Setelah berhasil ditangkap, warga mencoba menghakimi pelaku. Namun, berhasil di halau kepolisian. Tak berselang lama, pelaku langsung dibawa ke kepolisian terdekat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.
Baca Juga: Sempat Jadi Idola Emak-emak, Tupperware Akan Bangkrut
“Belum bisa kami pastikan motifnya. Besok akan kami umumkan," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir pada Kamis (19/9).
Menurut Faisol selama proses pemeriksaan keterangan IS kerap berubah-ubah. Karena itu, penyidik belum bisa menyimpulkan motif pelaku menghabisi nyawa Nia.
Saat diperiksa IS mengakui telah membunuh Nia. Namun, pihak kepolisian terus mengumpulkan barang bukti.
Faisol mengatakan jumlah pelaku pembunuhan sampai saat ini masih 1 orang. Penyidik akan terus mendalami apakah ada pelaku lainnya.
Baca Juga: Perkuat Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi, UIN KHAS Jember Launching Gus Dur Center
Ia menjelaskan, barang bukti yang sudah ditemukan polisi berupa sandal, tas, dan pakaian semua menjurus ke IS. Barang bukti ini ditemukan selama proses pengejaran pelaku. "Semua barang bukti mengarah ke IS," katanya. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis