Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Kelam di Balik Tutupnya Suroboyo Carnival Park, Apa yang Terjadi dengan 80 Wahana dan Nasib Para Pekerjanya?

Radar Digital • Jumat, 13 September 2024 | 21:30 WIB
antaranews.com
antaranews.com

Radar Jember – Suroboyo Carnival Park, yang sebelumnya dikenal dengan nama Surabaya Carnival Night Market, telah menghentikan operasinya sejak Mei 2020. Penutupan ini merupakan dampak langsung dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Tempat hiburan yang terkenal dengan berbagai wahana permainan menarik ini awalnya direncanakan untuk dibuka kembali setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir.

Namun, dengan diperpanjangnya masa PSBB, pengelola Suroboyo Carnival Park akhirnya memutuskan untuk menutupnya secara permanen.

PSBB merupakan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk membatasi aktivitas masyarakat dengan tujuan menekan laju penyebaran virus corona.

Dampak dari kebijakan ini sangat terasa, terutama bagi industri pariwisata dan hiburan yang mengandalkan kunjungan publik.

Penutupan Suroboyo Carnival Park juga memaksa sekitar 80 wahana permainan, yang bervariasi dari wahana ketangkasan hingga wahana yang memacu adrenalin, untuk dipindahkan ke dua lokasi wisata lain di Jawa Timur, yaitu di Kota Batu dan Kabupaten Banyuwangi.

Selama tujuh tahun beroperasi, Suroboyo Carnival Park menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Namun, pandemi memaksa tempat hiburan ini untuk berhenti beroperasi, yang berdampak pada nasib sekitar 300 karyawannya.

Banyak dari mereka akhirnya harus dirumahkan karena penutupan ini, dengan hanya beberapa orang saja yang masih dipertahankan oleh perusahaan.

Di antara mereka ada yang tetap bekerja, masih mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam pengelolaan wahana di tempat lain.

Meski demikian, PT Sinar Mutiara Sinergi, pengelola Suroboyo Carnival Park, tidak lepas tangan terhadap nasib para karyawannya.

Mereka memberikan peluang bagi para mantan karyawan untuk melamar pekerjaan di tempat-tempat hiburan lain yang mereka kelola.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan terhadap para pekerja yang terdampak.

Saat ini, bekas lahan Suroboyo Carnival Park seluas delapan hektar tampak sepi dan terbengkalai. Di atas lahan tersebut, sisa-sisa wahana yang telah dibongkar seperti rangkaian pipa besi dan patung masih terlihat menumpuk.

Lahan ini kabarnya dimiliki oleh PT PJM, yang merupakan salah satu mitra PT Sinar Mutiara Sinergi dalam pengelolaan Suroboyo Carnival Park.

Pemandangan di sekitar area tersebut benar-benar sunyi, hanya ada satu truk bak terbuka yang terparkir di lokasi, siap mengangkut sisa-sisa bongkaran wahana.

Di pos penjagaan pintu masuk, tampak dua orang berjaga, menjadi satu-satunya tanda kehidupan di bekas taman hiburan yang dulunya ramai ini.

Tidak ada lagi keramaian suara tawa pengunjung atau deru mesin wahana yang memacu adrenalin. Yang tersisa hanyalah kenangan dari masa kejayaan Suroboyo Carnival Park, yang kini tinggal sejarah.

Meskipun Suroboyo Carnival Park telah menutup babak perjalanannya di dunia hiburan, dampak penutupannya meninggalkan cerita tentang bagaimana pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap industri pariwisata dan hiburan di Surabaya.

Bagaimanapun, warisan dan kenangan dari tempat ini masih akan terus dikenang oleh warga yang pernah menikmati berbagai wahana dan hiburannya.

 

Editor : Radar Digital
#Surabaya #suroboyo carnival park