radarjember.id-Di tengah-tengah aksi demo tolak RUU Pilkada di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (22/8), sejumlah komika menerima pesan teror.
Salah satunya Jovi Da Lopez yang mendadak mendapatkan chat Whatsapp dari nomor misterius. Ia dinilai sebagai penyebar ajakan kekerasan dan mengajak unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.
Adapun isi chat dari nomor misterius dengan foto profil pria berbaju loreng TNI. Orang tidak dikenal tersebut meminta Jovi da Lopez untuk datang ke Bareskrim Polri.
Menariknya, pengirim pesan tersebut justru salah sasaran, lantaran ia menuliskan nama Andovi bukan Jovi kakaknya.
Baca Juga: Nikmati Keasrian Wisata Kali Jompo, Destinasi Alam yang Menawarkan Kedamaian di Jember
"Andovi mohon segera datang ke kantor Bareskrim Jakarta Pusat, anda didakwa sebagai penyebar ajakan aksi kekerasan dalam unjuk rasa, BACA PESAN INI," bunyi pesan dari pengirim yang diduga bernama Peter.
"Pak Peter, atau siapapun anda. Saya Jovial, bukan Andovi. Udah 12 tahun lalu lalang di Internet, TV dan Film. Cara bedain kita gampang pak. @andovidalopez itu yg ga pernah mandi dan bajunya ga diganti2," tulis unggahannya.
Andovi sang adik pun membenarkan jika dirinya memang dikirimi pesan dari orang tak dikenal saat tengah ikut demo.
"Pagi-pagi gue dapat WhatsApp dari nomor yang enggak dikenal," ucap Jovi da Lopez dikutip dari Instagram.
Baca Juga: Berikut Deretan Publik Figure Yang Turun Ikut Demo Di Depan Gedung DPR
Jovi da Lopez kemudian membacakan isi chat dari nomor misterius tersebut.
"Mohon segera datang ke Bareskrim Jakarta Pusat, Anda didakwa sebagai penyebar ajakan kekerasan dan unjuk rasa," kata Jovi da Lopez membacakan chat tersebut.
Editor : Adeapryanis