radarjember.id-Berkembangnya dunia digital tentu akan mempermudah kita untuk melakukan pelayanan, terutama masalah layanan keuangan dan perbankan seperti dompet digital bahkan pinjol.
Namun, beriringan dengan hal tersebut sisi negatif juga dapat diperoleh dari perkembangan digital ini salah satunya penipuan online. Seperti penipuan dengan modus palsu costumer care/ customer service perbankan juga marak terjadi.
Penipu modus ini akan membuat akun bodong yang sedemikian rupa mirip mulai dari bio, username yang mengatasnamakan sebuah lembaga terkenal.. Penipu akan aktif membalas cuitan keluhan warganet di media sosial.
Baca Juga: Begini Kronologi Kebakaran Pasar Induk Krian, yang Mengakibatkan 450 Lapak Ludes
Berikut adalah beberapa ciri-ciri penipuan costumer service yang harus kalian waspadai:
1. Meminta data pribadi
Oknum CS palsu yang mengaku sebagai CS resmi lembaga keuangan ini biasanya akan meminta korban untuk menyebutkan data-data pribadi yang bersifat krusial, seperti kode one-time password (OTP), nomor kartu kredit atau debit, nomor CVV, tanggal lahir, dan nama ibu kandung.
2. Melakukan panggilan berulang kali (spam)
Baca Juga: RESMI! Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Umum Partai Golkar
Yang kedua oknum CS ini akan melakukan panggilan berulang bahkan spam, meskipun di tolak pelanggan. Ketika panggilam dilakukan, oknum akan bersikap memaksa dan membuat pelanggan tidak nyaman.
3. Tidak menggunakan nomor resmi
Oknum akan menggunakan nomor palsu yang mirip dengan call center resmi milik suatu lembaga, dibedakan dengan awalan angka 021, +621, atau simbol tanda tambah (+) sebelum nomor telepon. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis