radarjember.id-Mengalami kemacetan pembangunan selama sebulan terakhir, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Ilham Triadi Nagoro, pawang hujan asal Banyuwangi didatangkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berbekalkan 1000 dupa dan 3 pucuk keris, ia dengan senang hati, terbang menuju Kalimantan untuk melakukan tugasnya tersebut.
Setelah 12 hari kedatangannya disana, ternyata ampuh untuk menghalau hujan. Kini, Cuaca yang semula hujan menjadi terang dan panas.
Baca Juga: Resmi Ngantor di IKN, Ini Kegiatan Hari Pertama Presiden Jokowi
"Kondisi cuaca setiap hari seperti itu. Alhamdulillah setelah 12 hari saya di sini gak pernah hujan, tapi cenderung panas malah akhirnya disentil pekerja proyek agar dibiarkan hujan dan biar gak berdebu," kata Ilham
Selama di IKN sendiri, Ilham mendapat penugasan khusus selama 22 hari oleh menteri PUPR. Di sana, ia membantu mengkondisikan cuaca untuk mempercepat pembangunan IKN.
"Penugasan khusus selama 22 hari atau bisa diperpanjang tergantung situasi. Atas permintaan Menteri PUPR Pak Basuki saat ke Banyuwangi hadir di even BEC lalu," ujar Ilham.
Baca Juga: Begini Potret Jokowi Pertama Ngantor di IKN
Ilham mengaku, merasa sangat senang dan terhormat mendapat tugas di IKN karena merupakan salah satu proyek besar. Untuk itu, ia berusaha maksimal dalam menjalan tugasnya.
"Saya merasa terhormat bisa dilibatkan menjadi bagian dari pembangunan di IKN. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi sebuah tantangan untuk melestarikan kearifan lokal yang sudah ada sejak lama sebagai warisan budaya adiluhung.
Terbukti dalam setiap ritual yang saya lakukan sebisa mungkin saya berusaha untuk menyelaraskan diri dengan alam, menggunakan pengetahuan yang diwariskan oleh leluhur," sambungnya. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis