radar jember - Perjalanan perdana Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres pada rute Ketapang-Pasar Senen menandai era baru dalam layanan kereta api jarak jauh di Indonesia.
Dengan jarak tempuh mencapai 1.031 kilometer, KA Blambangan Ekspres menjadi jalur terpanjang yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan konektivitas tanpa harus ganti kereta di tengah perjalanan.
Di balik perjalanan panjang ini, lokomotif yang menarik rangkaian KA Blambangan Ekspres turut menjadi sorotan utama.
Lokomotif yang digunakan adalah CC 206 13 18, yang dimiliki oleh Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya.
Lokomotif diesel elektrik ini diproduksi oleh General Electric Transportation di Amerika Serikat dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Lokomotif CC 206 memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya ideal untuk perjalanan panjang seperti rute Blambangan Ekspres.
Dilengkapi dengan mesin delapan silinder GE 7FDL-8 yang mampu menghasilkan daya 2250 hp, lokomotif ini dirancang untuk keperluan angkutan barang dan penumpang di Pulau Jawa.
Selain itu, emisi gas buangnya yang rendah menjadikannya lebih ramah lingkungan dibandingkan pendahulunya.
Konfigurasi C-C (Co'Co') dengan tiga roda penggerak pada setiap bogie, serta dua kabin masinis di kedua ujungnya, memberikan stabilitas dan kemudahan operasional.
Lokomotif ini memiliki berat 90 ton dan beban gandar sebesar 15 ton, yang memerlukan jalur rel yang telah disesuaikan untuk mendukung operasionalnya di Pulau Jawa.
Dengan desain yang mirip dengan lokomotif Class 2800 milik Queensland Rail di Australia dan lokomotif China Railways HXN5 di China, CC 206 menjadi salah satu andalan dalam armada KAI saat ini.
KA Blambangan Ekspres resmi beroperasi pada Jumat, 26 Juli 2024, dengan jadwal perjalanan pertama dari Stasiun Ketapang menuju Stasiun Pasar Senen.
Sebaliknya, perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menuju Ketapang dimulai keesokan harinya, Sabtu, 27 Juli 2024.
Rute baru ini memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari Banyuwangi ke Jakarta tanpa harus berpindah kereta, menambah kenyamanan dan efisiensi dalam perjalanan jarak jauh.
Menurut data dari Access by KAI, terdapat dua jenis tiket yang tersedia: kelas ekonomi seharga Rp505.000 dan kelas eksekutif seharga Rp775.000.
Perubahan Jadwal dan Stasiun yang Dilewati
Dengan perpanjangan rute hingga Pasar Senen, jadwal keberangkatan KA Blambangan Ekspres mengalami penyesuaian.
Kereta berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 14.50 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 07.15 WIB.
Untuk arah sebaliknya, keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dimulai pukul 12.15 WIB dan tiba di Ketapang pada pukul 04.55 WIB.
Selama perjalanan, KA Blambangan Ekspres berhenti di beberapa stasiun penting, termasuk Banyuwangi Kota, Jember, Probolinggo, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Semarang Tawang Bank Jateng, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Bekasi, dan berakhir di Pasar Senen.
Rangkaian KA Blambangan Ekspres menggunakan New Generation versi modifikasi dari Balai Yasa Manggarai.
Formasinya terdiri dari empat gerbong kelas eksekutif, tiga gerbong kelas ekonomi, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.
Total kapasitas tempat duduk yang disediakan adalah 408, dengan 192 seat untuk kelas eksekutif dan 216 seat untuk kelas ekonomi.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyatakan bahwa selama dua hari pertama operasi, tiket KA Blambangan terjual sebanyak 474 seat.
Ini menunjukkan ketertarikan yang tinggi dari masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh ini.
Dengan adanya KA Blambangan Ekspres, PT KAI berharap dapat mempermudah perjalanan penumpang yang sebelumnya harus transit di Stasiun Surabaya Pasarturi atau Surabaya Gubeng untuk melanjutkan perjalanan ke arah Ketapang maupun ke arah Jakarta.
KA Blambangan Ekspres menawarkan solusi perjalanan yang nyaman dan efisien bagi penumpang yang ingin menempuh rute panjang dari Ketapang ke Pasar Senen.
Dengan lokomotif andal, fasilitas lengkap, dan rute langsung tanpa transit, kereta api ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di Pulau Jawa.
Editor : Radar Digital