Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Memahami Tradisi Larung Sesaji di Danau Ranu Grati, Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan

Radar Digital • Senin, 29 Juli 2024 | 00:10 WIB
Danau Ranu Grati DOK RADAR BROMO
Danau Ranu Grati DOK RADAR BROMO

Radar Jember - Danau Ranu Grati adalah salah satu tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dikenal dengan pemandangan danau yang indah dan panorama yang menakjubkan, danau ini dikelilingi oleh rumah-rumah masyarakat serta hamparan sawah yang menambah keasriannya.

Namun, di balik keindahannya, Danau Ranu Grati menyimpan cerita kelam yang telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat sekitarnya.

Sejarah Kelam di Balik Keindahan

Pada tahun 1979, Danau Ranu Grati menjadi saksi bisu dari tragedi yang melibatkan sejumlah tank amfibi dan anggota TNI.

Cerita ini bermula ketika para anggota TNI mengabaikan peringatan dari sesepuh desa untuk tidak melakukan latihan pada hari tersebut dan mengabaikan ritual yang biasanya dilakukan sebelum latihan.

Akibatnya, semua pasukan TNI beserta tanknya lenyap tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menghormati tradisi dan kepercayaan lokal.

 

Tradisi Larung Sesaji

Setiap tahunnya, masyarakat sekitar Danau Ranu Grati melestarikan tradisi yang dikenal sebagai Larung Sesaji.

Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun oleh warga desa setempat untuk menghormati kepercayaan nenek moyang terhadap penjaga danau yang dikenal dengan nama Baru Klinting.

Selain itu, tradisi ini juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa memohon keselamatan bagi para nelayan agar dilimpahi rezeki dan dijauhkan dari mara bahaya saat menangkap ikan.

Tradisi larung sesaji di Ranu Grati sendiri digelar setiap tahun, di bulan Muharram.

Kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan adat budaya dan doa pada leluhur.

Sebelum ritual Larung Sesaji dimulai, warga melakukan Kirab Budaya.

Acara ini dimulai dengan pawai budaya yang melibatkan masyarakat desa berkeliling Desa Ranuklindungan dengan mengenakan pakaian adat dan kostum yang beragam.

Dalam pawai ini, banyak warga yang memakai kostum unik dan membawa properti seperti wayang berukuran besar, yang membuat acara ini sangat dinantikan oleh masyarakat.

 

Tarian dan Doa Bersama

Setelah pawai selesai, acara dilanjutkan dengan tarian dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Para nelayan dan warga yang hadir mengenakan pakaian adat yang khusus disiapkan untuk acara ini, sering kali menyimpan pakaian adat yang dikenakan pada tahun-tahun sebelumnya karena dianggap masih layak digunakan.

Dalam doa tersebut, mereka memohon agar sesaji yang dipersembahkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada Danau Ranu Grati.

 

Ritual Larung Sesaji

Ritual Larung Sesaji dimulai dengan membawa sesaji berupa tumpeng yang terbuat dari tanah di Danau Ranu menggunakan Perahu Naga yang dihias warna-warni.

Sesaji tersebut berisi berbagai jenis makanan seperti nasi putih, kuning, hijau, dan hitam, serta ayam dan bebek yang masih hidup.

Sesampainya di tengah telaga, sesaji ini dipersembahkan kepada para penjaga telaga Ranu.

Dalam kesempatan ini, Camat Grati, Kapolsek Grati, Danramil Grati, dan panitia diberi kesempatan untuk melempar tumpeng ke danau.

Setelah itu, para nelayan dan warga sekitar diberikan kebebasan untuk mengambil sesaji secara bersama-sama.

Tradisi ini dilakukan dengan harapan agar jumlah ikan di Danau Ranu Grati dapat meningkat, seiring dengan meningkatnya kesejahteraan warga yang tinggal di sekitarnya.

Tradisi Larung Sesaji di Danau Ranu Grati merupakan salah satu contoh bagaimana masyarakat lokal menjaga dan melestarikan warisan budaya mereka.

Melalui acara ini, nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap leluhur terus dijaga dan diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Meskipun terbungkus dalam cerita kelam, Danau Ranu Grati tetap menjadi simbol keindahan alam dan kekayaan budaya masyarakat sekitarnya.

Dengan demikian, upaya pelestarian tradisi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang patut untuk dihargai dan dilestarikan.

 

Editor : Radar Digital
#pasuruan #danau ranu grati