Radar Jember - Sebuah insiden kebakaran yang melanda Gereja Sidang Tuhan Jemaat Agape Ministry, Depok, pada Selasa (23/7) kemarin, berakhir tragis setelah petugas pemadam kebakaran gagal memadamkan api yang menghanguskan bangunan gereja tersebut.
Video viral menunjukkan petugas pemadam kebakaran bernama Sandi menangis kecewa akibat kegagalan tersebut.
Sandi menyatakan bahwa kebakaran tersebut dilaporkan langsung oleh warga ke kantor pemadam kebakaran.
Dia menjelaskan bahwa UPT Cimanggis, tempatnya bertugas, merupakan unit terdekat dengan lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, Sandi menambahkan bahwa pihaknya segera mempersiapkan diri dan meluncur ke lokasi.
Namun, keterbatasan peralatan menjadi kendala utama. "Unit dengan kapasitas 1.000 liter tidak dapat dibawa karena sedang dalam perbaikan, sehingga kami hanya membawa unit dengan kapasitas 3.500 liter dan 8.000 liter," ungkap Sandi.
Menurutnya, unit berkapasitas 3.500 liter bergerak lebih dulu, sedangkan unit berkapasitas 8.000 liter digunakan sebagai cadangan.
Perjalanan dari UPT Cimanggis ke lokasi hanya memakan waktu sekitar 5 menit, tetapi sesampainya di lokasi, masalah baru muncul.
"Sesampainya di lokasi, unit dengan kapasitas 3.500 liter langsung digunakan, namun saat mesin pompa dinyalakan, semprotnya tidak berfungsi dengan baik dan air keluar seperti kencing," kata Sandi dengan nada frustasi.
Situasi ini hampir membuat petugas pemadam kebakaran di lokasi diamuk oleh warga yang marah karena lambatnya penanganan kebakaran.
"Anak-anak dan warga hampir saja marah kepada kami, namun akhirnya bisa diberikan pengertian," tambahnya.
Sandi juga menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta bantuan dari UPT lain, tetapi bantuan tersebut membutuhkan waktu untuk tiba di lokasi.
"Bantuan sudah meluncur saat kami bergerak, tetapi membutuhkan waktu 10-15 menit yang sangat berharga bagi pemadam kebakaran," jelasnya.
UPT terdekat, seperti Pos Merdeka, memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi.
Kegagalan memadamkan api ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapan peralatan pemadam kebakaran.
Gereja Sidang Tuhan Jemaat Agape Ministry sendiri hangus terbakar dalam insiden tersebut, meninggalkan puing-puing dan kesedihan mendalam bagi komunitas setempat.
Sebelum ini, Sandi mengungkapkan keadaan peralatan kerja damkar yang rusak yang tidak kunjung diperbaiki.
Dia menyatakan bahwa dia hanya menyampaikan fakta dan untuk transparansi.
“Ini pemerintahan, transparansi anggaran publik, uang publik, wajib gue memberitakan kebenaran kepada publik,” katanya.
Petugas damkar dari Unit Pelaksana Teknis Cimanggis Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok telah melaporkan kepada atasannya dan membuat nota dinas selama berbulan-bulan.
Sandi menunjukkan rem tangan truk pemadam kebakaran yang sudah rusak dan dua gergaji mesin untuk memotong pohon yang rusak.
Dia mengklaim telah melaporkan perbaikan dalam nota dinas, tetapi tidak diterima. Sandi mengatakan bahwa mereka kesulitan memotong pohon tumbang karena gergaji mesinnya rusak.
Akibatnya, memotong pohon tumbang dengan kapak membutuhkan waktu yang lama.
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa truk pemadam kebakaran yang rem tangannya rusak dapat menabrak kendaraan di belakang selama tanjakan.
“Gue beberkan di dalam video itu fakta, ada foto videonya bener, ada barang buktinya, real bukan editan, apakah itu salah?” tutur Sandi
Editor : Radar Digital