Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kebakaran Hebat Hanguskan Gereja di Depok, Inilah Upaya Pemadam Kebakaran Terkendala Peralatan

Radar Digital • Sabtu, 27 Juli 2024 | 01:20 WIB
Sumber foto: Youtube Viva.co.id
Sumber foto: Youtube Viva.co.id

Radar Jember - Sebuah kebakaran hebat melanda Gereja Sidang Tuhan Jemaat Agape Ministry di Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa malam, 23 Juli 2024.

Meskipun tim pemadam kebakaran telah berupaya keras, gereja tersebut gagal diselamatkan dan ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Laporan kebakaran diterima oleh pihak berwenang pada pukul 19.50 WIB dari seorang pelapor bernama Johsep.

Dalam waktu singkat, tim pemadam kebakaran dari Pos Merdeka, yang dipimpin oleh Bambang Supoyo, S.T, M.B.A, selaku Kepala Bidang Operasional (Kabid PO), segera merespons kejadian tersebut.

Koordinator penyelamatan, Tesy Haryati, S.STP, M.Si, serta Komandan Regu, Mulyadi, memimpin tim dalam operasi pemadaman.

Tim berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 19.55 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 20.10 WIB.

Setibanya di lokasi, tim menghadapi api yang berkobar hebat dan segera memulai operasi pemadaman. S

etelah bekerja keras selama dua jam, titik aman berhasil dicapai pada pukul 22.10 WIB, dan tim akhirnya kembali ke kantor pada pukul 22.30 WIB.

Sebanyak 20 personil dikerahkan dalam operasi ini, dengan bantuan unit dari berbagai pos.

Unit yang dikerahkan termasuk 2 unit dari Mako, 2 unit dari UPT Cimanggis, 2 unit dari UPT Tapos, dan 1 unit dari Pos Merdeka.

Peralatan yang digunakan meliputi alat pelindung diri (APD), sarung tangan, senter, ganco, kapak pemadam, nosel, serta selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci, dan koneksi Y.

Namun, kendala peralatan menjadi tantangan besar dalam upaya pemadaman.

Sandi, salah satu petugas pemadam kebakaran yang terlibat dalam operasi, menyatakan bahwa unit dengan kapasitas 1.000 liter tidak dapat dibawa karena sedang dalam perbaikan.

Akibatnya, tim hanya membawa unit dengan kapasitas 3.500 liter dan 8.000 liter.

Unit berkapasitas 3.500 liter bergerak lebih dulu, sementara unit berkapasitas 8.000 liter digunakan sebagai cadangan.

Perjalanan dari UPT Cimanggis ke lokasi hanya memakan waktu sekitar 5 menit.

Namun, sesampainya di lokasi, Sandi menjelaskan bahwa unit dengan kapasitas 3.500 liter mengalami masalah saat mesin pompa dinyalakan, di mana semprotan air tidak berfungsi dengan baik dan keluar seperti kencing.

"Sesampainya di lokasi, unit dengan kapasitas 3.500 liter langsung digunakan, namun saat mesin pompa dinyalakan, semprotnya tidak berfungsi dengan baik dan air keluar seperti kencing," kata Sandi dengan nada frustasi.

Situasi ini sempat memicu kemarahan warga setempat yang kecewa dengan lambatnya penanganan kebakaran.

"Anak-anak dan warga hampir saja marah kepada kami, namun akhirnya bisa diberikan pengertian," tambah Sandi.

Sandi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan dari UPT lain, namun bantuan tersebut memerlukan waktu untuk tiba di lokasi.

"Bantuan sudah meluncur saat kami bergerak, tetapi membutuhkan waktu 10-15 menit yang sangat berharga bagi pemadam kebakaran," jelasnya.

UPT terdekat, seperti Pos Merdeka, memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi.

Insiden kebakaran yang menghancurkan Gereja Sidang Tuhan Jemaat Agape Ministry ini mengundang perhatian dan reaksi dari berbagai pihak, yang menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapan peralatan pemadam kebakaran di wilayah tersebut.

Editor : Radar Digital
#Kebakaran #depok #Gereja