Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Memahami Pantangan dan Tradisi yang Dilakukan Pada Malam 1 Suro, Bagaimana Itu?

Radar Digital • Kamis, 4 Juli 2024 | 20:50 WIB
Ilustrasi - Bulan tampak berwarna merah darah saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (28/7). Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit atau merupakan gerhana t
Ilustrasi - Bulan tampak berwarna merah darah saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (28/7). Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit atau merupakan gerhana t

radar jember - Dalam penanggalan Jawa terdapat bulan Suro. Pada bulan Suro terdapat beberapa upacara adat dan mitos-mitos yang tidak boleh dilakukan di bulan itu.

Penanggalan 1 Suro mengacu pada kalender Jawa dan merupakan awal bulan pertama tahun baru Jawa. Kalender Jawa merupakan penggabungan antara penanggalan hijriyah atau kalender Islam, Hindu, dan masehi.

Malam 1 Suro juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram dalam kalender Islam. Malam 1 Suro diperingati setelah maghrib, hal tersebut disebabkan oleh pergantian kalender Jawa ketika matahari terbenam dari hari sebelumnya.

Tradisi Suro memiliki banyak kepercayaan yang mempercayai hal-hal yang bersifat mitos dan dongeng.

Malam 1 Suro juga dianggap sebagai gerbang antara dunia gaib dan manusia bertemu. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman bahwa seharusnya hal-hal yang seharusnya suci malah menjadi ditakuti oleh masyarakat Jawa.

Ketika malam 1 Suro tiba, beberapa orang Jawa Islam percaya bahwa mendekatkan diri pada Tuhan menjadi salah satu cara membersihkan diri dan melawan nafsu duniawi. Oleh sebab itu, tidak jarang, mereka melakukan upacara individu, seperti tirakat, perenungan diri, atau lelaku. Upacara tidak hanya dilakukan secara individu, masyarakat Jawa juga melakukannya secara kelompok.

Dimalam 1 Suro juga memiliki beberapa pantangan yang harus dipatuhi, berikut pantangannya:
1. Larangan keluar rumah, terkecuali untuk melakukan ibadah yang diharuskan untuk keluar rumah.
2. Tidak boleh berisik
3. Tidak menggalar pernikahan
4. Pindah Rumah

Beberapa daerah di Jawa masih melaksanakan tradisi perayaan malam 1 Suro. Ada beberapa tradisi yang dapat dilakukan pada malam 1 Suro.

1. Mubeng Benteng
Tradisi atau ritual ini dilakukan sebagai bentuk tirakat atau pengendalian diri dan memohon keselamatan kepada Tuhan YME. Mubeng Benteng biasanya dilakukan oleh abdi Keraton dengan berjalan kaki tanpa alas mulai dari Keraton Yogyakarta, alun-alun utara, ke daerah barat (Kauman), ke selatan (Beteng Kulon), ke timur (Pojok Beteng Wetan), sampai ke utara lagi dan kembali ke Keraton.

2. Jamasan Pusaka atau Ngumbah Keris
Di malam 1 Suro, Keraton-keraton jawa juga melakukan prosesi jamasan pusaka atau siraman pusaka. Dalam upacara tersebut, pusaka-pusaka milik Keraton akan dibersihkan atau dimandikan. (dea)

Editor : Radar Digital
#malam 1 suro kapan #malam 1 suro