MAKKAH, Radar Jember - Melempar jumrah merupakan salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan oleh jemaah. Hal tersebut dilaksanakan selama tiga hari pada hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Hari ini (18/6) merupakan hari terakhir pelaksanaan kegiatan itu, sebelum jemaah kembali ke Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah lainnya.
Jemaah haji asal Jember Kloter 41, Habib Halim, menyampaikan, jamarat atau tempat melempar jumrah terdiri atas 5 lantai. Sementara, jemaah asal Jember berada di lantai ketiga. Ada tiga tempat untuk melakukan rukun haji itu, di antaranya Ula, Wustha, dan Aqabah. “Besok (hari ini, Red) terakhir melempar jumrah di Mina. Kami akan kembali lagi ke Makkah,” imbuhnya.
Ketua rombongan kloter 38 KBIHU Ar Raudhoh, Marsidik, mengatakan, jemaah haji berada di Mina selama tiga hari. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melempar jumrah di tempat yang sudah disiapkan. “Perjalanan dari tenda ke jamarat kurang lebih 3,5 kilometer. Jadi, kalau pulang pergi tujuh kilometer,” katanya.
Pada hari tasyrik, jemaah haji melempar jumrah sebanyak tiga kali dalam sehari. Menggunakan tujuh kerikil yang disiapkan sebelumnya. Hal ini merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan. Bahkan bagi para lansia yang tidak mampu melempar, bisa diwakilkan atau dibadalkan kepada keluarga hingga petugas haji.
Lempar jumrah dilakukan dengan melempar kerikil yang disiapkan satu per satu. Tidak disarankan untuk melempar tujuh kerikil sekaligus, karena akan dianggap satu lemparan saja. Rukun haji satu ini menjadi tanda perjuangan manusia dalam membersihkan hati dari sifat tercela. Seperti sombong, angkuh, hingga egoistis. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital