Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fakta Menarik Dibalik Pengikraran Sumpah Pemuda

Radar Digital • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 18:29 WIB
Photo
Photo

 

RADARJEMBER.ID – Hari ini, tepatnya tanggal 28 Oktober merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu peringatan Hari Sumpah Pemuda.

 

Sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak bersejarah dalam pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia. Sumpah pemuda adalah penegasan atas bersatunya usaha dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Keputusan ini diambil dalam Kongres Pemuda II pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia yang saat ini kita kenal dengan sebutan Jakarta. Beberapa tokoh yang terlibat dalam Sumpah Pemuda, yakni W.R. Soepratman, Muhammad Yamin, Soegondo Djojopoespito, dan masih banyak lagi.

 

Dalam sejarah Indonesia, Sumpah Pemuda membawa dampak yang luas. Tidak hanya menjadi inspirasi untuk semangat perjuangan demi kemerdekaan, melainkan juga membangkitkan rasa kebangsaan dan persatuan di antara pemuda-pemuda Indonesia. Berikut fakta menarik mengenai Sumpah Pemuda.

 

  1. Nama Awalnya Bukan “Sumpah Pemuda”

Pada saat Kongres Sumpah Pemuda berlangsung, naskah yang digubah oleh Muhammad Yamin ini sebenarnya tidak merujuk pada istilah “Sumpah Pemuda.” Bahkan, setelah diucapkan oleh para pemuda selama kongres, tidak ada nama atau judul khusus yang mengidentifikasi penyataan ini. Istilah “Sumpah Pemuda” yang kita kenal sekarang baru muncul beberapa hari setelah berakhirnya kongres. Namun, peringatan Sumpah Pemuda tetap terhubung dengan tanggal pembacaan ikrar, yaitu tanggal 28 Oktober.

 

  1. Penampilan Pertama Lagu Indonesia Raya

Pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II, lagu Indonesia Raya pertama kali dinyanyikan dan didengarkan oleh para peserta Kongres. W.R. Soepratman yang merupakan pencipta lagu ini tampil di kongres dengan biolanya dan memainkan lagu Indonesia Raya.

 

  1. Kontribusi Perempuan dalam Kongres

Selama ini yang kita ketahui bahwa peran dalam Kongres Pemuda dan pembentukan Sumpah Pemuda didominasi oleh pemuda pria. Namun, ternyata ada juga perempuan yang turut serta membantu dalam Kongres Pemuda. Meskipun jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan total peserta kongres, yakni 6 perempuan dari 700 orang. Meskipun jumlah mereka sedikit, kontribusi perempuan ini tidak boleh diabaikan dalam sejarah Sumpah Pemuda.

 

  1. Pengikraran Dilakukan di Rumah Keturunan Tionghoa

Fakta menariknya, tempat Sumpah Pemuda diikrarkan di sebuah asrama pelajar yang dimiliki oleh seorang Tionghoa bernama Sie Kok Liang. Beberapa wakil dari kalangan pemuda keturuna Tionghoa turut hadir dalam Kongres Pemuda II dan secara bersama-sama mengikrarkan serta mengucapkan Sumpah Pemuda.

 

Gedung ini terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat. Saat ini tempat ini telah dijadikan cagar budaya serta berfungsi sebagai Museum Sumpah Pemuda. Hingga hari ini, museum ini tetap dapat dikunjungi oleh para pengunjung yang ingin memahami berbagai aspek sejarah yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda.

 

  1. Naskah Sumpah Pemuda Ditulis oleh Satu Orang

Ketika Kongres Pemuda II dilangsungkan, Muhammad Yamin menjabat sebagai sekretaris kongres ikut dalam diskusi. Tugas utamanya adalah merangkai dan menyusun hasil diskusi tersebut menjadi sebuah rumusan yang koheren. Hal yang mengagumkan adalah Muhammad Yamin mampu menyusun ikrar pemuda ini dalam waktu yang relatif singkat. Ikrar tersebut kemudian diserahkan kepada Soegondo Djojopoepito yang menjabat sebagai kepala kongres.

 

Kemudian Soegondo membacakan rumusan yang telah ditulis oleh Muhammad Yamin, sementara Yamin melihat ke arah Soegondo lalu memberi persetujuan dengan menandatangani dokumen tersebut. Setelah itu, rumusan Yamin diterima dengan sepakat oleh semua perwakilan organisasi pemuda yang hadir. (mm6/bud)

Editor : Radar Digital
#sumpah pemuda #upacara