BLITAR, RADARJEMBER.ID- Istilah-istilah Wonge yo teko, dekengane pusat, ST (Sabilu Taubah) Nyell kerap terdengar dalam dakwah disampaikan Muhammad Iqdam atau lebih dikenal dengan Gus Iqdam.
Bahkan, istilah dekengane pusat seolah melekat kental dengan sosok Gus Iqdam. Tak heran jika belakangan muncul tulisan tersebut tercetak di kaos ataupun bak truk sekalipun.Istilah dekengane pusat seperti tak bisa dipisahkan dari sosok Gus Iqdam
Pria tersebut saat ini menjadi perbincangan khalayak ramai dan menjadi magnet menyedot perhatian publik ke Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.Dilansir dari JawaPos.com, ribuan orang dikabarkan kerap hadir dalam rutinan Majelis Ta’lim Sabilu Taubah.
Bahkan ada jemaah sengaja datang dari Kalimantan.Fatimah terharu saat akhirnya bisa menyaksikan langsung dakwah Gus Iqdam September lalu.Sekitar enam bulan sebelumnya, dia rutin melihat YouTube Gus Iqdam live streaming setiap Senin dan Kamis malam.
”Tidak pernah absen meskipun hanya dari layar handphone,” jelas perempuan muda usia 25 tahun itu di markas Sabilu Taubah (ST), seperti dikutip dari JawaPos.com.Demi bisa mendengarkan langsung dakwah Gus Iqdam, ia tiba di Blitar sejak sehari sebelum rutinan.
”Menginap di rumah teman.”jelas Iqdam.Sama seperti ribuan jemaah ST seumuran perempuan asal Banjarmasin tersebut , Fatimah mengenal Gus Iqdam kali pertama dari media sosial (medsos).
Dia tidak sengaja melihat cuplikan dakwah membahas tentang kerukunan masyarakat.”Bahasanya sederhana dan langsung ngena banget,” tutur Fatimah..Cara Gus Iqdam berdakwah memang berbeda.
Memanfaatkan kelekatan masyarakat pada medsos, pendakwah 30 tahun itu sering melontarkan celetukan bernada humor kemudian dikemas sebagai konten medsos oleh jemaah.Sehingga tak heran jika konten itu diminati orang.(*)
Editor : Radar Digital