Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kali Pertama Buka Tahun 1937 Kini Warung Pecel Mbah Nemleg Wonogiri Semakin Ramai

Radar Digital • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 00:40 WIB
Nasi pecel empal khas Mbah Nemleg di Baturetno, Kabupaten Wonogiri, dari segi rasa boleh diadu karena itu tak heran bila pecel legendaris ini tetap disukai.
Nasi pecel empal khas Mbah Nemleg di Baturetno, Kabupaten Wonogiri, dari segi rasa boleh diadu karena itu tak heran bila pecel legendaris ini tetap disukai.

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID-Tidak sedikit opsi tempat makan legendaris, manakala orang singgah di kota Wonogiri. Sep[erti di Kecamatan Baturetno, ada warung makan Pecel Mbah Nemleg berdiri cukup lama bahkan sejak Indonesia belum merdeka sekalipun.

Di Dusun Batu Kidul Desa/Kecamatan Baturetno, disitulah keberadaan warung Pecel Mbah Nemleg. Dari Pasar Bung Karno Baturetno ke arah selatan tak lebih dari 1 kilometer. Pecel empal, menjadi menu andalan di warung itu.

”Saya generasi ketigamelanjutkan warung ini. Dulu pertama kali simbah saya, sekira 1937,” jelas Sri Sudarsih, pengelola warung tersebut kepada Radarsolo.com.Kali pertama berdiri, warung makan ini adalah sebuah gubuk di bawah pohon mangga kweni.

Mbah Sonojoyo pendiri warung tersebut menjajakan wedang alias minuman panas dan aneka makanan tradisional.Saat itu, warung makan tersebut menjadi jujugan para blantik dari berbagai kawasan.

Mulai dari kecamatan sekitar, seperti Eromoko, Tirtomoyo hingga Pacitan, Jawa Timur.Setelah Mbah Sonojoyo, warung diteruskan oleh Mbah Katinem alias Mbah Nemleg. Mulai saat itu pecel jadi andalan.

Para pelanggan tidak sedikit memesan pecel dengan empal. Hal itu masih bertahan hingga saat ini. Menu pecel empal menjadi andalan warung tersebut. Resep dan ciri khas tetap dipertahankan hingga saat ini.

Pecel, terik dan empal pasti tetap ada,” imbuh Sri.Menurut perempuan itu, secara umum tak ada  membedakan antara bumbu pecel bikinan dia dan pecel lainnya. Namun, dia menggunakan kencur dan jeruk purut. Resep itu terus dipertahankan sejak zaman dahulu.

Soal rasa tak perlu ditanyakan lagi, sudah pasti jos. Jangan lupa pesan teh ginastel (legi, panas, kenthel alias kental). Rasa teh itu sangat pas di lidah dan bakal menghangatkan perut.Warung Pecel Mbah Nemleg buka setiap Senin hingga Sabtu.

 Pecel sudah siap menggoyang lidah pelanggan mulai pukul 07.00 dan warung tutup pukul 15.00 WIB.Harga seporsi pecel dengan empal plus minum dibanderol Rp 25 ribu. Jika memesan seporsi pecel plus tempe goreng, hanya perlu merogoh kocek Rp 5 ribu.

Warung itu juga menyediakan berbagai macam bacem, mulai dari tahu, tempe dan telur. Meski usia warung tersebut terbilang tua, namun tetap menjadi jujugan favorit para pecinta kuliner baik dari Wonogiri sendiri juga dari kota lain.(*)

 

 

Editor : Radar Digital
#kuliner indonesia #pecel