PANDAAN, RADARJEMBER.ID- Dusun Binangun, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Minggu (1/10) pagi, mendadak di padati warga, di dusun ini digelar pasar dadakan, Pasar Pring Sewu.
Dari penamaan, lahan tempat transaksi ini rimbun dengan rumpun bambu. Begitu asri. Pepohonan lain juga tumbuh subur. “Ini pasar rakyat tradisional. Sekaligus sebagai destinasi wisata budaya di desa kami. “jelas Danan Jaya,
“Awal bulan Oktober 2023 ini, pertama kali kegiatan tersebut dilaksanakam. Ke depan akan digelar dua pekan sekali,” ujar Kepala Desa Plintahan Danan Jaya.Berada di area pasar ini, serasa ada di masa tempo dulu. Makanan dan jajanan dijual merupakan jajanan tradisional.
Seperti lupis, cenil, horok-horok, sawut, pecel, polo pendem, dan beragam makanan tradisional lainnya.Selain itu, juga ada mainan tradisional. Seperti, egrang, kekean, dan kapal-kapalan. Ada juga kegiatan memberi makanan kelinci dan kambing bagi anak-anak.
Keunikan lain, semua lapak merupakan UMKM warga setempat. Semua dari bambu. Pedagang berjualan, semua berbusana zaman dulu atau tempo dulu.“Setelah beli makanan dan minuman tradisional, pengunjung duduk di tikar dan kursi bambu tersedia di lokasi. “imbuh Danan.
Selain itu, pengunjung sekaligus dihibur campur sari.Dalam bertransaksi membeli makanan dan minuman, pengunjung harus menukar duit dulu dengan uang koin dari bambu. Karena dalam proses transaksi, tidak menggunakan uang rupiah.
Melainkan uang koin dari bambu disiapkan panitia.“Proses transaksi pakai cara-cara zaman dulu tetap dipertahankan. Ini menjadi ciri khas pasar ini.”lanjut Danan.Pasar Pring Sewu ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Plintahan.
Bekerja sama dengan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Sidoarjo.“Pasar Pring Sewu ini ke depan diharapkan juga sebagai kegiatan budaya. Juga pendukung pariwisata di desa ini. Karena berlokasi tak jauh dari coban Binangun,” tegas dia.
Sementara itu, Fihas, 34, salah seorang pengunjung, Fihas, 34, asal Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengatakan, Pasar Pring Sewu, secara umum apik. Bila dikelola dengan baik, akan menjadi destinasi wisata budaya baru di Kecamatan Pandaan.
Konsep di dalamnya tidak jauh seperti Papringan di Temanggung, Jawa Tengah dan Pasar Keramat, Pacet, Kabupaten Mojokerto. “Karena ini tren, memang untuk saat ini, dalam pembukaan awal, cukup ramai pengunjung. Dagangan dijual laris.”pungkas Danan.(*)
Editor : Radar Digital