Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bertemu di Jalan Lantas Adu Mulut Berbuntut Seorang Perempuan di Probolinggo Tewas Dibacok Mantan Suami

Safitri • Sabtu, 30 September 2023 | 20:32 WIB

 

Jenazah Ariati tergeletak di anak sungai di Dusun Sungai Tengah, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, kemarin pagi
Jenazah Ariati tergeletak di anak sungai di Dusun Sungai Tengah, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, kemarin pagi

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID - Seorang perempuan bernama Ariati, 35. asal Dusun Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, tewas ditangan mantan suami, Bambang, 40, Jumat pagi (29/9).

Diduga, ucapan Buasan, 38 suami baru Ariati.Akibat bacokan itu, korban  mengalami luka bacok di bagian kepala dan siku lengan di sebelah kiri dan kanan. Ia terjatuh ke sungai di Dusun Sungai Tengah. Dan meninggal di lokasi kejadian.

Jenazah perempuan tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.Sementara itu, Ruslan, Kades Jrebeng mengungkapkan, tragedi berdarah itu terjadi sekitar pukul 06.45.

 Keseharian, Ariati tinggal di Desa/ Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, bersama Buasan.

Nah, sejak Kamis (28/9), Ariati pulang ke rumahnya di Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, karena ada urusan keluarga. Ia menginap semalam bersama suaminya, Buasan.Jumat pagi, Ariati dan Buasan hendak pulang ke rumah di Desa Besuk.

Sebab, mereka memakai motor milik Muhaamad Rofi’i anak Buasan dari istri pertama.Kisaran pukul 06.30, Ariati berboncengan bersama Buasan. Pada pukul 06.45, mereka melintas di Dusun Sungai Tengah, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto.

Bambang berboncengan bersama sang anakjuga anak Ariati, Nur, 18., menghadang Ariati dan Buasan.Saat itulah, mereka sempat cekcok.“Nur sempat mengeluarkan kata-kata kasar pada Buasan dan meminta agar mereka turun dari motor.”jelas Ruslan.

 Bambang seketika  mengeluarkan celurit dari punggung, Semula, Bambang hendak mengarahkan sabetan celurit kepada Buasan, namun Ariati menghalangi. Sehingga, sabetan itu mengenai Ariati.

Secara bertubi-tubi, Bambang menghujamkan sabetan itu dibagian lengan kanan dan kiri serta bagian kepalanya.Ariati tersungkur, lalu terjatuh ke sungai di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

 Usai melakukan aksi sadis irtu, Nur dan Bambang langsung kabur naik motor. Sementara Buasan berteriak minta tolong. Warga mendengar teriakan langsung mendatangi TKP pembacokan itu berlangsung.

“Warga sekitar melaporkan kejadian ini pada Polsek Wonomerto. Korban langsung dibawa ke kamar jenazah oleh pihak kepolisian. Saat saya memperoleh informasi ini, langsung ke mari (ke kamar jenazah),” papar Ruslan, saat ditemui di kamar jenazah.

Menurut Ruslan, Ariati dan Bambang pernah menikah siri. Mereka memiliki dua anak. Salah satunya, Nur. Namun karena sering cekcok, mereka berpisah.Perpisahan mereka sudah berjalan setahun ini. Usai berpisah, Ariati memilih tinggal bersama orang tuanya di Desa Jrebeng.

 “Saya kurang tahu pasti penyebabnya (cekcok). Cuma, infonya, ada omongan dari Buasan ke Bambang lewat orang lain. Kurang lebihnya begini; Jangankan satu orang, 50 orang saya hadapi. Nah, katanya, kalimat ini yang jadi pemicu,” tutur Ruslan.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:JawaPos.com

Editor : Safitri
#Pembunuhan