JAKARTA, RADARJEMBER,ID-Nasir Jamil Anggota Komisi III DPR menegaskan, tugas polisi seharusnya mengamankan dan melindungi warga, bukan justru melakukan hal sebaliknya mengancam dan membahayakan masyarakat adat.
"Kami meminta aparat untuk melindungi rakyat. Jadi polisi wajib melindungi rakyat," ucap Nasir Djamil kepada wartawan, Senin (11/9).Konflik antara kepolisian dengan masyarakat adat di 16 kampung adat di Pulau Rempang dan Pulau Galang, Kepulauan Riau.
Pembangunan proyek strategis nasional bernama Rempang Eco City bakal menggusur mereka.Kejadian bermula ketika beredar kabar tidak mengenakan di antara warga Rempang Rabu (6/9).
Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) beserta pihak berwenang akan memaksa masuk ke Pulau Rempang untuk melakukan pengukuran.
Berdasarkan kabar tersebut Kamis (7/9) pagi warga berkumpul di Jembatan 4 Barelang.Sekitar pukul 09:51 WIB, warga melihat ratusan aparat gabungan terdiri dari Satpol PP, Polisi, TNI, dan Ditpam Batam membentuk barisan di depan jembatan.
Aparat gabungan kemudian bergerak ke arah warga berdiri di ujung jembatan. Kapolresta Balerang Kombes Pol Nugroho dengan pengeras suara meminta warga untuk mundur.Ketika aparat mulai merangsek masuk ke kampung, terjadi lemparan batu dari arah warga.
Aparat lalu membalas dengan menyiramkan air dan menembakkan gas air mata. Gas air mata dilaporkan masuk ke kawasan sekolah, yaitu SMP 33 Galang dan SD 24 Galang.Atas kejadian itu, Nasir meminta Kapolri untuk mengevaluasi anggotanya.
Terkait proses penanganan pembebasan lahan di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Ia menyoroti kinerja kepolisian kurang hati-hati, terutama saat berhadapan dengan masyarakat adat yang akan dibebaskan lahannya di Pulau Rempang untuk proyek startegis nasional (PSN) tersebut.
"Masyarakat adat istilahnya punya tempat dalam struktur sosial dalam desa bahkan nasional. Kita sangat menyayangkan peristiwa itu. Seandainya langkah preventif dan mendeteksi pencegahan lebih awal dilakukan," imbuh politisi Fraksi PKS ini.
Dirinya menyayangkan aparat kepolisian tidak mengedepankan tindakan persuasif. Sehingga harus berujung pada penembakan gas air mata. "Perlu kerja sama semua pihak. Andai langkah mendeteksi dan pencegahan bisa dilakukan dan hal ini tidak akan terjadi.”pungkas Nasir.(*)
Editor : Radar Digital