JAKARTA, RADARJEMBER.ID-DE pegawai PT. Kereta Api Indonesia (KAI) ditangkap di Bekasi tersebut mengakui ingin menjamah Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sebagai target aksi teroris.
Diakui oleh DE, rencana itu terinspirasi dari video tahanan kasus teror di mako Brimob. Densus juga berhasil mengamankan 16 pucuk senjata modifikasi dan pabrikan dari rumah DE saat dilakukan penggebrekan.
Kombespol Aswin Siregar, Juru Bicara Densus 88 Antiteror, menjelaskan, ada empat senjata api (senpi) pabrikan. Lalu lima senjata air gun telah dimodifikasi menjadi senpi. Tidak itu saja, ada juga pen gun bisa menembakkan satu peluru.
”Pen gun ini untuk menembak jarak dekat,” ucap Aswin.Terpisah, Said Aqil Siroj Komisaris Utama PT KAI merespons penangkapan DE berstatus pegawai PT. KAI. Dia menegaskan, KAI sebagai salah satu perusahaan BUMN tidak akan menoleransi pegawai terlibat aksi terorisme. (*)
Editor : Radar Digital