Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Angkat Sejarah Kali Banger Warga Kampung Mangunharjo Bikin Patung Minak Jinggo

Radar Digital • Rabu, 16 Agustus 2023 | 00:45 WIB
Patung Minak Jinggo  dibuat warga di Kelurahan Mangunharjo dan ditaruh di Kali Banger.
Patung Minak Jinggo  dibuat warga di Kelurahan Mangunharjo dan ditaruh di Kali Banger.

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID-Diam-diam Kali Banger memiliki kisqah sejarah tersendiri, kali tersebut memiliki panjang mencapai 6,4 kilometer. Dikisahkan sungai ini pernah memiliki peran penting karena menjadi jalur perdagangan karena dilintasi kapal.

 Kondisi itu berubah. Kali Banger kerap kotor dan terkesan kumuh.Nah, di momen hari kemerdekaan sekarang, wargadi sekitar sungai, ingin merubah kondisi itu. Tilik saja seperti di RT 01 RW 14 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

 Di sekitar jalan gang dipercantik dengan ornamen-ornamen yang sengaja dibuat untuk menyemarakkan kemerdekaan republik ini.Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke sana di malam hari, suasananya seperti pasar malam.

Bahkan banyak spot-spot menarik untuk jadi background foto. Warga pun senang karena kampungnya meriah. Kesan kumuh Kali Banger jadi hilang.Lampu-lampu hias serta beberapa patung ini, dibuat sejak awal Agustus.

Warga secara swadaya, menghias jalan perkampungan. “Dari ujung gang sampai area kali, dihias. Sekaang jadi indah,” jelas Taufik Qurrohman Ketua RT 03 RW.Di antara beberapa patung, ada satu mencuri perhatian Jawa Pos Radar Bromo.

Patung itu, kata warga, adalah tokoh dari sosok Minak Jinggo. Seorang tokoh punya sejarah mendalam tentang Kali Banger.

Perlu diketahui, sejarah Kali Banger berangkat dari Kerajaan Blambangan dan Kerajaan Majapahit. Kala itu Kerajaan Blambangan berlokasi di Banyuwangi, dipimpin oleh seorang Adipati bernama Kebo Marcuet.

Namun kehadiran Kebo Marcuet ini ternyata dinilai mengancam oleh Ratu Ayu Kencana Wungu, pemerintah Kerajaan Majapahit saat itu. Sebab Kebo Marcuet dinilai terus-terusan merongrong Majapahit.

Memang terdapat beberapa versi terkait sejarah Kali Banger. Seperti disampaikan oleh Ketua RT 01 RW 14 Kelurahan Mangunharjo, Suyadi, 71.“Akhirnya untuk bisa menaklukkan Kebo Marcuet, Ratu Kencana Wungu membuat sayembara.”tutur Suyadi.

 Dikatakan oleh pria itu, Isi sayembara itu adalah, bila laki-laki akan dijadikan suami dan bila perempuan akan diangkat jadi saudara. Sayembara ini akhirnya dimenangkan oleh Jaka Umbaran.

 Kebo Marcuet dibuat keok dengan gadha weshi kuning (besi kuning, red). Lepas itu, Jaka Umbaran dijadikan Adipati baru di Blambangan dengan gelar Minak Jinggo,” kata Suyadi mengulas cerita.

Namun ketika Ratu Kencana Wungu tak tepati janji dan dia menolak menikah dengan Jaka Umbaran yang saat itu tak lagi tampan akibat berperang dengan Kebo Marcuet. Jaka Umbaran terus menagih janji Kencana Wungu.

Kenapa warga lantas memilih ikon  Minak Jinggo, itu semua merupakan inisiarif warga. Mereka tetap memiliki keinginan untuk menggaungkan budaya  dan sejarah lokal dari kota Probolinggo, agar diketahui oleh semua orang terlebih lagi generasi muda.(*)

 

Editor : Radar Digital
#minak jinggo #sejarah