Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Sekitar Rumah Kos Pelaku Mutilasi Sleman Jogja Pilih Diam Tak Berkomentar Terkait Pembunuhan Sadis

Safitri • Jumat, 28 Juli 2023 | 03:05 WIB

 

Rumah kos  dihuni Waliyin tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa mutilasi di Sleman, DIJ, tampak lengang pada Rabu (26/7) petang
Rumah kos  dihuni Waliyin tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa mutilasi di Sleman, DIJ, tampak lengang pada Rabu (26/7) petang

JOGJAKARTA, RADAR JEMBER - Sejak ditemukan potongan jasad Redho Tri Agustian, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 12 Juli 2023 lalu, tak terasa sudah menginjak waktu dua pekan berlalu.

Kasus tersebut kini masih diselidiki oleh kepolisian, dan Kedua pelaku mutilasi, Waliyin serta RD telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Redho. Kasus  menggemparkan tersebut terjadi di rumah kos disewa oleh Waliyin.

Rumah kos itu berada di RT.04 RW.19 Dusun Krapyak, Kecamatan Triharjo, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).Suasana TKP saat dikunjungi JawaPos.com hari ini, Rabu (26/7), cukup lengang dan sedikit warga beraktivitas di luar rumah.

Saat ditanyai tentang apa diketahui pemilik rumah kos sampai saat ini masih dipasangi garis polisi itu tentang kasus tersebut dan situasi di sana usai terjadi pembunuhan brutal itu, warga cenderung bungkam tidak bersedia untuk menjawab.

Dari pantauan JawaPos.com, lingkungan tempat tinggal Waliyin tersebut terkesan sepi. Selain karena penduduk RT.04 memang sedikit, rumah kos tersebut juga berada di dalam gang sempit dan gelap.

’’Di sini memang sepi, warganya sedikit, RT. 04 paling sedikit warganya,” jelas Ngatijo, Ketua RT setempat saat ditemui.Untuk menuju rumah kos pelaku mutilasi itu, harus melewati gang berada di tengah-tengah lahan lebat dan minim penerangan.

 Lingkungan sekitar rumah kos Waliyin pun tak diterangi pencahayaan memadai, namun di dalam rumah tersebut tampak lampu masih menyala.Tetangga sekitar rumah kos itu juga saling menutup pintu, tak tampak seorang pun keluar dari rumah kecuali pemilik kos,

 Rumah juragan kos itu cuma berjarak satu kamar kos dari kamar Waliyin.Jalanan dusun lokasi kos W juga terkesan sepi. Hanya beberapa orang yang berjalan saat hendak ke masjid atau musala.

Ngatijo sebagai Ketua RT pun tak menampik soal ini. Menurut dia, selain karena jumlah warga sedikit, warga di wilayahnya pun kini merasa cemas usai kasus itu terungkap. ’’Kamimerasa takut, cemas atas kejadian ini, dan kurang nyaman sekarang,” tutur Ngatijo.

Meski begitu, jelas lelaki itu, hubungan warga antara satu dengan  lain, termasuk kepada pemilik kos, masih terjalin dbaik. ’’Biasa aja, sama pemilik kos biasa, cuma ya gimana ya, perasaan agak anu sedikit,” imbuh dia.

Seperti diketahui, Waliyin bersama rekannya RD telah melakukan pembunuhan dan mutilasi kepada Redho, kemudian potongan tubuh korban mutilasi itu ditemukan tanggal 12 Juli 2023.Menurut keterangan kepolisian, kedua pelaku dan korban saling mengenal.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Alfa Kamila/JawaPos.com/CC

Sumber Berita:JawaPos.com

 

 

Editor : Safitri
#Pembunuhan