JOGJAKARTA, RADAR JEMBER - Sejak ditemukan potongan jasad Redho Tri Agustian, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 12 Juli 2023 lalu, tak terasa sudah menginjak waktu dua pekan berlalu.
Kasus tersebut kini masih diselidiki oleh kepolisian, dan Kedua pelaku mutilasi, Waliyin serta RD telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Redho. Kasus menggemparkan tersebut terjadi di rumah kos disewa oleh Waliyin.
Rumah kos itu berada di RT.04 RW.19 Dusun Krapyak, Kecamatan Triharjo, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).Suasana TKP saat dikunjungi JawaPos.com hari ini, Rabu (26/7), cukup lengang dan sedikit warga beraktivitas di luar rumah.
Saat ditanyai tentang apa diketahui pemilik rumah kos sampai saat ini masih dipasangi garis polisi itu tentang kasus tersebut dan situasi di sana usai terjadi pembunuhan brutal itu, warga cenderung bungkam tidak bersedia untuk menjawab.
Dari pantauan JawaPos.com, lingkungan tempat tinggal Waliyin tersebut terkesan sepi. Selain karena penduduk RT.04 memang sedikit, rumah kos tersebut juga berada di dalam gang sempit dan gelap.
’’Di sini memang sepi, warganya sedikit, RT. 04 paling sedikit warganya,” jelas Ngatijo, Ketua RT setempat saat ditemui.Untuk menuju rumah kos pelaku mutilasi itu, harus melewati gang berada di tengah-tengah lahan lebat dan minim penerangan.
Lingkungan sekitar rumah kos Waliyin pun tak diterangi pencahayaan memadai, namun di dalam rumah tersebut tampak lampu masih menyala.Tetangga sekitar rumah kos itu juga saling menutup pintu, tak tampak seorang pun keluar dari rumah kecuali pemilik kos,
Rumah juragan kos itu cuma berjarak satu kamar kos dari kamar Waliyin.Jalanan dusun lokasi kos W juga terkesan sepi. Hanya beberapa orang yang berjalan saat hendak ke masjid atau musala.
Ngatijo sebagai Ketua RT pun tak menampik soal ini. Menurut dia, selain karena jumlah warga sedikit, warga di wilayahnya pun kini merasa cemas usai kasus itu terungkap. ’’Kamimerasa takut, cemas atas kejadian ini, dan kurang nyaman sekarang,” tutur Ngatijo.
Meski begitu, jelas lelaki itu, hubungan warga antara satu dengan lain, termasuk kepada pemilik kos, masih terjalin dbaik. ’’Biasa aja, sama pemilik kos biasa, cuma ya gimana ya, perasaan agak anu sedikit,” imbuh dia.
Seperti diketahui, Waliyin bersama rekannya RD telah melakukan pembunuhan dan mutilasi kepada Redho, kemudian potongan tubuh korban mutilasi itu ditemukan tanggal 12 Juli 2023.Menurut keterangan kepolisian, kedua pelaku dan korban saling mengenal.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Alfa Kamila/JawaPos.com/CC
Sumber Berita:JawaPos.com
Editor : Safitri