RADARJEMBER.ID- Anindita Syafa Nabila Riski, seorang , mahasiswi Universitas Diponegoro(Undip) Semarang meninggal saat mendaki Gunung Lawu, Minggu (25/6) diketahui sedang mengikuti kegiatan fun hiking.
Kegiatan diselenggarakan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Mesin kampus setempat. Hal itu diketahui dari keterangan rekan-rekan Anindita yang datang di Puskesmas Jenawi tempat jenazah Anindita dicek tenaga kesehatan.
Mereka sekaligus memberikan keterangan kepada anggota Satreskrim Polres Karanganyar di Mapolsek Jenawi. AKBP Jerrol Hendra Kumontoy, Kapolres Karanganyar melalui Kasat reskrim AKP Setiyanto, Kasat Reskrim ditemui di Mapolsek Jenawi, membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengungkapkan, dari keterangan dua teman Anindita dan satu dosen, Anindita mendaki Gunung Lawu untuk mengikuti kegiatan fun hiking lintas angkatan mulai 2019-2022 kegiatan itu diberi tema Kompas.
“Keseluruhan ada 17 orang berangkat Sabtu kemarin (24/6) untuk mendaki Gunung Lawu melalui jalur pendakian Cetho,” ujar kasat reskrim, Minggu (25/6) malam. Saat ini ada empat orang saksi dimintai keterangan.
Dua di antara mereka adalah rekan Anindita, saat melihat kondisi terakhir Anindita sebelum meninggal dunia. “Empat orang sudah kami periksa. Dua orang dari pihak keluarga dan kampus, dua orang lagi dari teman korban,” ungkap Setiyanto.
Keterangan keluarga maupun rekan Anindita, Anindita memiliki riwayat penyakit asam lambung. “Keterangan dokter puskesmas tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas kasat. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Rudi Hartono/Jawa Pos Radar Solo
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Karanganyar
Editor : Alvioniza