BOYOLALI, RADARJEMBER.ID - Tahun ini permintaan hewan kurban, di Kabupaten Boyolali menunjukan gejala peningkatan, Bahkan menjelang Idul Adha, permintaan sapi kurban di kabupaten tersebut mengalami peningkatan hingga dua kali lipat di bandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Masyarakat Diimbau Waspadai Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Hal itu menjadikan pedagang kewalahan dan terpaksa menolak pesanan.Dikatakan oleh Purnomo, salah seorang pedagang sapi kurban di Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali menjelaskan, sapi jenis Madura paling dicari oleh pembeli.
Dia sampai kewalahan dan menutup pesanan masuk pada tiga minggu jelang Idul Adha.”Alhamdulillah, permintaannya dua kali lipat. H-10 (jelang Idul Adha, Red) saya sudah habis 550 ekor sapi. ”terang Purnomo.
Ia menambahkan, mulai kemarin sudah tutup order, bahkan malah masih tambah lagi tiga truk, sekira 36 ekor. Karena juga yang nambah-nambah (sudah langganan) jadi terpaksa dicarikan. Jadi, sudah 586 ekor habisnya.
Itupun jika Purnomo mau melayani dari Jawa bagian barat, bisa tembus 800 ekor terjual.
Pesanan dari luar kota cukup mendominasi. Seperti Bogor, Bekasi, Bekasi timur, Bandung, Sumedang, Purbalingga, Majenang, Cilacap, Tasik, Kebumen, Puworejo, dan Solo Raya.
Pembeli datang langsung ke kandang lebih diprioritaskan oleh Purnomo. Tidak berdasarkan foto dan video.Hal tersebut untuk menghindari penipuan dan lainnya. Selain itu, dia mengutamakan akad jual beli untuk hewan kurban. Tujuannya agar sah secara syariat Islam.
”Kalau harga naiknya sedikit, sekira Rp 1 juta per ekor. Karena sekarang bawa ternak sehat juga susah (wajib SKKH, Red), biaya operasional juga tinggi, surat menyurat juga butuh biaya
Dia menjual sapi jenis Madura dengan syariat sah dan gigi sudah poel alias tanggal. Sapi Madura dan Bali memang menghasilkan banyak daging. Bahkan persentasenya bisa 51 persen dari berat hidup.
Kemudian, penyusutan berat sapi saat di perjalanan cenderung lebih sedikit. Sedangkan, harganya mulai dari Rp 15 juta dengan bobot sekira 200 kilogram daging. Adapun sapi termahal untuk kelas Madura laku Rp 30 juta dengan bobot 500 kilogram daging.
Sapto Hadi Darmono, Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Boyolali mengatakan, penjualan hewan kurban pada pasaran Pahing di Pasar Hewan Jelok naik 15-20 persen.
”Ada peningkatan sekira 20 persen, kalau sapi ya terjual sekira 300 ekor. Sedangkan kambing penjualannya naik 15 persen, terjual sekira 60 ekor. Hari Minggu (25/6) besok kan pasaran terakhir sebelum Idhul Adha, sepertinya akan semakin ramai.”ucap Sapto.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Radil Listiyo/Jawa Pos Radar Solo
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Boyolali
Editor : Safitri