Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menghias Kuku Ladang Bisnis Baru Penghasil Cuan

Alvioniza • Sabtu, 10 Juni 2023 | 00:41 WIB
Yeni Lesthary ketika membuat nail art atau seni menghias kuku, bahkan sebagian besar orang masih asing mendengar nama seni tersebut.
Yeni Lesthary ketika membuat nail art atau seni menghias kuku, bahkan sebagian besar orang masih asing mendengar nama seni tersebut.
TULUNGAGUNG, RADARJEMBER.ID- Di Tulungagung seni menghias kuku atau nail art boleh dibilang masih baru, tapi nail art atau seni menghias kuku bisa dibilang  baru, namun demikian saat ini seni tersebut fase lagi viral-viralnya.

Diakui berbagai strategi harus dijalankan untuk menarik perhatian pelanggan. Hal itu harus dilakukan pelaku bisnis tersebutTermasuk dengan menekan harga rendah, tetapi tetap memberikan hasil menawan.

Yeni Lesthary,warga Desa Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, itu mulai menjalankan bisnis di bidang seni tersebut sejak tahun 2022 lalu, ia termasuk pionernembawa trend seni itu ke Tulungagung.

“Setahun berselang, permintaan semakin banyak. Apalagi pada momen-momen tertentu, nail art seakan menjadi hal wajib,” jelas Lestha, sapaan akrab Yeni Lesthary.Saat ini, perempuan 26 tahun itu sudah memiliki dua cabang di Tulungagung.

“Contohnya menjelang Lebaran kemarin, permintaan nail art sangat banyak. Satu cabang bisa buka sampai subuh saat bulan puasa kemarin,”imbuh wanita itu. “Dulu pertama buka di tahun 2022 tidak seramai sekarang, tahun ini nail art memang sedang viral,” sambung Lestha.

Dia juga merasa heran dengan para pelanggannya rela antre berjam-jam untuk mempercantik kuku. Diibaratkan saat momen Lebaran kemarin, konsumenlah mencari nail art, bukan nail art  mencari konsumen.

Tentulah hal Itu menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bisnis nail art kepada pelanggan baru dengan kualitas tetap diperhatikan di kedua cabang  dimilikinya. Dia melanjutkan, saking ramainya bisnis tersebut, total 8 orang karyawan dimiliki dirasa masih belum cukup melayani .

Karena dalam momen tertentu, satu hari bisa ada 80 lebih customer datang untuk mempercantik kuku.Kemudian pada hari biasa, 20 sampai 30 orang customer sudah menjadi angka pasti dengan mayoritas adalah dari kaum hawa.

Dengan perkembangannya sangat pesat, kini juga bermunculan jasa-jasa nail art lain di Tulungagung. Maka, salah satu strategi yang dilakukan adalah menekan harga lebih rendah di antara pelaku usaha nail art lainnya, dengan alasan banyak karyawan dimilikinya.

“Kalau di saya, dengan Rp 50 ribu, para customer sudah bisa memlilih semua motif dengan kualitas tetap baik. Sedangkan di luar sana, beda motif beda harga. Bisa Rp 100 ribu, bahkan ada Rp 300 ribu.”imbuh Lestha.

Menelisik sebelumnya, dia memulai usaha nail art dengan maksud untuk coba-coba. Dia iseng menawarkan jasa tersebut kepada temantemannya, tetapi malah berlanjut hingga memiliki dua cabang di Tulungagung.

“Kalau mengerti tentang nail art ini sebenarnya sudah lama. Karena sejak dulu sudah menggunakannya secara pribadi. Saat itu, saya juga melihat bisnis nail art di Tulungagung masih jarang sehingga iseng untuk mencobanya,.”papar dia.

Bahkan, dia sebelumnya tidak merasa memiliki jiwa seni untuk melukis, apalagi pada media kuku.Namun, karena dia bertekad untuk belajar, semua tantangan yang dihadapi bisa dilalui hingga sekarang.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Tulunagung

 

  Editor : Alvioniza
#Bisnis #Lifestyle