Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sambel Kecap Bikin Burung Dara Semakin Sedap

Safitri • Selasa, 6 Juni 2023 | 22:57 WIB
Hampir semua orang selama ini Cuma mengenal soto dan tahu campur sebagai kuliner khas Lamongan.
Hampir semua orang selama ini Cuma mengenal soto dan tahu campur sebagai kuliner khas Lamongan.
LAMONGAN, RADARJEMBER.ID - Jalanan kota Lamongan terutama di Jalan Mastrip terlihat ramai siang itu, di jalur kabupaten ini terdapat sebuah warung kuliner burung dara goreng cukup legendaris.

BACA JUGA : Terpidana Perkara Pemalsuan Surat Tanah di Samarinda Dipenjara 2 Tahun

Soal rasa jangan diragukan lagi, kuliner ini terasa gurih meski sekedar dipadukan dengan sambal kecap. Bangunan cokelat itu terlihat sepi dari luar.Namun siapa sangka, saat masuk ke dalam, barulah wartawan koran ini bertemu si pemilik pembuat kuliner burung dara tersebut.

Seorang pria bernama Rifai, meski tak muda lagi, ia terlihat  ceklatan dan tampak sedang sibuk membersihkan burung dara, bebek, dan ayam di timba berwarna hitam besar. Pria berusia 69 tahun itu sangat jago dalam hal mengolah kuliner.

Bahkan bumbu kuliner burung dara tersebut, merupakan racikann fia sendiri. Sehingga, cita rasanya bisa terjaga sejak Tahun 1989 hingga sekarang. ‘’Saya suka kuliner dan memasak saat remaja dulu sampai sakarang,’’ terang Rifai.

Awalnya, Rifai bekerja di salah satu bank di Surabaya. Saat itu, dia termotivasi untuk membuka bisnis kuliner. Rifai akhirnya resign dari tempat kerjanya. Saat itu dia belum memiliki ide, kuliner apa yang akan dikembangkan.

Sampai suatu ketika, Rifai makan di salah satu warung kuliner di Surabaya. Itu menjadi ide awal baginya membuat bisnis burung dara.Rifai menggunakan burung dara muda. Sebab, dagingnya dinilai masih gurih dan memiliki tulang cukup renyah.

‘’Dsangatlah penting diperhatikan bulu harus bersih semua. Jangan sampai ada satu pun tersisa.”tandas pria tersebut. Selama 33 tahun ini, Rifai hanya berpidah lapak jualan selama dua kali. Seluruh burung dara dipasok dari Kecamatan Babat.

Dia sharing bersama istri dan bereksperimen sambal yang cocok untuk kuliner burung dara ini. Diantaranya memadukan dengan sambal uleg, tapi tak begitu cocok. Akhirnya, Rifai menemukan sambal yang cocok, yakni menggunakan sambal kecap.

Dia menemukan perpaduan gurih dan manis. ‘’Setelah buka, berfikir lagi untuk menemukan resep sambal yang digunakan sampai sekarang,’’ inbuhbapak dua anak ini. Rifai merasakan pahit getir menjalankan bisnis kuliner ini.

Awal membuka, dia menjual dengan harga Rp 900 per porsi. Itupun sudah termasuk dengan nasi dengan menu lengkap yakni dua sayap, dua paha, dada, kepala dan ampela.  Kini, kuliner burung dara buatan Rifai seharga Rp 40 ribu per porsi. (*)\

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bojonegoro

 

  Editor : Safitri
#Kuliner