Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Balik Tempati Pasar Kertosono Setelah Enam Tahun Terbakar

Safitri • Selasa, 6 Juni 2023 | 22:42 WIB
Amukan si jago merah pada 2017 silam sempat membuat Pedagang Pasar Kertosono sempat frustasi, karena pasar tersebut terbakar tahun 2017 silam.
Amukan si jago merah pada 2017 silam sempat membuat Pedagang Pasar Kertosono sempat frustasi, karena pasar tersebut terbakar tahun 2017 silam.
NGANJUK, RADAR JEMBER.ID - Kesedihan mendalam di rasakan oleh Pedagang, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, akibat pasar tersebut terbakar di tahun 2017 atau enam tahun lalu sehingga para pedagang tidak bisa berjualan.

BACA JUGA : Raih 62 Emas, Indonesia Pimpin Klasemen Sementara ASEAN Para Games Kamboja

Hal ini dikarenakan barang dagangan mereka dan sengaja di tinggal di pasar habis dilalap api. Pasca kebakaran para pedagang itu tetap berjualan di pasar darurat untuk melanjutkan hidup, mereka sangat terpukul akibat pasar itu hangus terbakar.

Kini, setelah bertahun-tahun berjualan di pasar darurat,  kini mereka bisa bernafas lega karena bisa kembali ke pasar lama. Jelas kondisi pasar saat ini sangat berbeda.Setelah pasar tersebut dibangun kembali oleh pemerintah daerah setempat.

Ratusan pedagang Pasar Kertosono enam tahun silam sebelum kebakaran melanda, diakui oleh mereka perputaran uang sangat tinggi. Satu orang pedagang pakai bisa mendapat omzet Rp 300 ribu dalam sehari.

Perputaran uang itu merosot drastis ketika mereka membuka lapak di pasar darurat. Penjualannya tidak lagi seramai dulu. Dalam sehari, omzet mereka sehari cuma Rp 100 ribu, padahal mereka memiiki tanggungan keluarga.

“Pernah juga tidak laku sama sekali,”kata Madun, penjual pakaian khusus jilbab kepada Jawa Pos Radar Nganjuk. Ujian paling berat pedagang pasar terjadi saat terjadi pandemi. Tidak sedikit pedagang  menutup lapak karena daganga seiring peerapan PPKM saat itu.

Madun, merasakan ada perubahan pola belanja konsumen.Semula ke pasar berpindah ke online. Perubahan itu sangat berdampak terhadap hasil penjualan. Madun harus mampu beradaptasi dengan keadaan tersebut.

Setelah terpuruk dan tertatih-tatih membangkitkan kembali usaha di Pasar Kertosono, dia dan pedagang harus kembali berjualan di pasar lama. Bangunan mereka tempati sekarang jauh berbeda dengan pasar lama.

Tempat untuk mereka berjualan saat ini semakin sempit. Membuat para pedagang sempat menolak kembali ke pasar lama.Namun, karena sudah menjadi kebijakan dari pemerintah daerah maka pedagang harus tetap pindah pasar lama.

Tercatat ada 563 pedagang di Pasar Kertosono terdampak mulai menempati bangunan baru Pasar Kertosono itu sejak Selasa (30/5) lalu.Di bangunan baru itu, para pedagang Pasar Kertosono harus memulai usahanya dari nol lagi.

Hal tersebut menjadikan mereka harus mengenalkan lagi tempat berjualan kepada para pelanggan setia. Di minggu awal mereka pindah, pelanggan masih sedikit datang untuk berbelanja

“Tempat ini bangunanya baru dan masih bersih. Saya yakin pembeli akan nyaman dan makin senang berbelanja di Pasar Kertosono.”imbuh Madun. Pria tersebut semakin optimistis karena baru awal buka, sudah ada pembeli datang ke kios dia.

Hanya dalam waktu lima jam, omzet penjualan jilbabnya sudah lebih dari Rp 100 ribu.Hal senada diungkapkan pula oleh Hariyati, 60, penjual bumbu dapur, pada hari pertama buka sudah banyak pembeli datang.

Situasi tersebut agak berbeda ketika awal perempouan itu pindah ke pasar darurat. Beberapa hari buka masih sepi. Kondisinya agak berbeda dengan sekarang, meski baru buka pembelinya cukup ramai. “Alhamdulillah, sudah ada pembelinya.”tegas Hariyati.

Para pedagang percaya, posisi Pasar Kertosono ini memang strategis lebih terjangkau untuk dikunjungi pembeli. Terpisah, Haris Jatmiko, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengatakan, ada 563 pedagan menempati bangunan baru tersebut.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Ilmidza Amalia Nadzira/Jawa Pos Radar Kediri

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Kediri Editor : Safitri
#Kebakaran