Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dinilai Ganggu Lingkungan, Warga Kaliwates Tutup Paksa Proyek Tak Bertuan

Radar Digital • Kamis, 1 Juni 2023 | 23:29 WIB
STOP PROYEK: Warga bersama pengurus RW mendatangi lokasi proyek pengurukan lahan di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Jember, Kamis (1/6) dini hari. (Zaenul untuk Radar Jember)
STOP PROYEK: Warga bersama pengurus RW mendatangi lokasi proyek pengurukan lahan di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Jember, Kamis (1/6) dini hari. (Zaenul untuk Radar Jember)
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Warga bersama jajaran pengurus RW 001 dan RW 018 Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Jember, menutup paksa proyek pengurukan dan pemadatan lahan di Jalan Hayam Wuruk Gang 2 kelurahan setempat, Kamis (1/6) dini hari.

Warga menilai, aktivitas proyek di lahan seluas dua hektare itu mengganggu lingkungan. Terlebih, selama ini pemilik tidak pernah pamit ke warga maupun pengurus RT/RW setempat. Sehingga terkesan seperti proyek tak bertuan.

BACA JUGA: Warga Blokade Jalan, Tuntut Bupati Jember Terbitkan SK Pengelolaan Gunung

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, proyek pembangunan itu diawali dari pemadatan lahan seluas kurang lebih dua hektare. Lahan tersebut berada di tengah-tengah permukiman penduduk. Awalnya, lahan tersebut adalah sawah aktif, tapi sudah lama menjadi lahan kering.

Sebenarnya, warga telah melaporkan aktivitas proyek itu ke pengurus RT dan RW sejak 9 Mei lalu. Warga merasa terganggu karena pelaksana proyek menggunakan alat berat untuk perataan dan pemadatan lahan. Namun, karena memang tak ada pemberitahuan, Ketua RT dan RW tak bisa menjawab kelurahan warganya tersebut.

“Sejak ada laporan, saya menunggu pemilik lahan tersebut. Namun hingga 31 Mei, pemilik tidak kunjung datang untuk pemberitahuan,” kata Zaenul Hadi, Ketua RW 001 Kelurahan Kaliwates.

Warga pun terus menanyakan kejelasan proyek itu. Hingga akhirnya, Ketua RT/RW bersama warga menggelar rapat bersama. Hasilnya, mereka sepakat menutup sementara pelaksanaan proyek tersebut hingga ada kejelasan lebih lanjut. Selanjutnya, masalah itu bakal dibawa ke kelurahan dengan menghadirkan Muspika Kaliwates.

“Penutupan kegiatan tersebut akan dilakukan sampai ada klarifikasi atau pemberitahuan dari pemilik,” tutur Zaenul Hadi. Hingga kini, dia mengaku belum mengetahui lahan itu bakal dibangun apa dan siapa penanggung jawabnya. Karena sampai detik ini, belum ada pemberitahuan apapun yang dia terima.

Sarimin, Petugas Keamanan RW 018, juga mengutarakan hal senada. Kata dia, warga khawatir aktivitas proyek itu akan berdampak negatif kepada warga sekitar. Apalagi, lokasinya memang berada di kawasan permukiman padat penduduk. Dia pun menilai, pemilik proyek tak beretika dan menganggap enteng masyarakat setempat.

“Maaf ya, tamu melewati jam malam saja ditegur. Apalagi proyek seperti ini yang berpotensi memiliki dampak kepada masyarakat,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri mengaku sudah mendapat laporan tentang penutupan paksa proyek oleh warga. Anggotanya juga sudah ke lokasi saat gejolak terjadi. Sejauh ini, pihaknya masih berupaya meredam situasi hingga ada pertemuan lebih lanjut di tingkat kelurahan.

“Semalam anggota kami sudah patroli ke lokasi. Rencananya akan ada pertemuan untuk memusyawarahkan masalah itu,” jelasnya. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Demonstrasi #Jember