BACA JUGA : Perundingan Tingkat Tinggi dengan Korea Utara Terbuka dengan Jepang
Seorang warga Padukuhan Mancingan, Parangtritis, Bantul Anggota PSHT warga Padukuhan menjadi korban penyerangan oknum suporter bola pada Minggu (28/5). Penyerangan tersebut dilakukan di sebuah villa di Parangtritis.
Akibat peristiwa itumembuat korban menderita luka sayatan pada kepala dan tangan.“Kami mendorong pihak kepolisian untuk secepatnya menangkap pelaku,”jelas Hariyadi, perwakilan dari PSHT saat di Polres Bantul.
Hariyadi menuturkan, peristiwa penyerangan tersebut menimpa korban bernama Ali Susanto Joko Saputro, 48. Korban menderita luka sayatan benda tajam di bagian kepala dengan penanganan sembilan jahitan. Serta luka pada bagian tangan sebanyak 16 jahitan.
Pria itu memjelaskan, peristiwa penyerangan itu disebabkan karena kesalahpahaman. Saat itu korban mengingatkan para oknum suporter bola untuk tidak menyalakan musik dengan volume berlebih.
Namun karena diduga merasa tersinggung, beberapa oknum suporter bola pun melakukan pengeroyokan terhadap Ali.Dari laporan polisi yang diterima Radar Jogja, kejadian penyerangan tersebut terjadi pada Minggu (29/5) sekitar 02.00.
Saat itu diketahui beberapa oknum suporter bola tengah menggelar sebuah acara musik di sebuah villa di wilayah Parangtritis. Namun karena melebihi jam malam, acara tersebut pun diingatkan oleh warga untuk menghentikan acara tersebut.
Akan tetapi, oknum suporter diduga tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sehingga terjadilah keributan yang mengakibatkan korban menderita luka-luka. Karena kejadian tersebut korban melapor ke Polres Bantul.
Saat dikonfirmasi, AKBP Ihsan Kapolres Bantul Ihsan mengaku, telah menerima aspirasi dari kelompok PSHT tersebut. Dia pun memastikan bahwa telah melakukan penyelidikan terhadap para pelaku penyerangan.
Yakni dengan meminta keterangan dari para saksi mata dan memeriksa rekaman kamera CCTV.Ihsan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku memang merupakan anggota suporter dari salah satu tim sepak bola di Jogjakarta.
Sementara untuk motif penyerangan, diduga karena kesalahpahaman kedua belah pihak. “Secepatnya akan kami amankan pelaku, kami sudah punya profiling jadi tinggal penangkapan saja,” Pungka Ihsan.(*)
Editor:Winasdyasto HariKirono
Foto:Dokumentasi Humas Polres Bantul
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja
Editor : Safitri