BACA JUGA : Timnas Indonesia Tak Boleh Ubah Cara Main saat Hadapi Argentina
Setelah ada laporan dari tiga orang tua siswa menjadi korban pencabulan, Polres Wonogiri ikut turun tangan.Anif Solikhin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, setelah mendapat laporan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri, tim dari kasi pendidikan madrasah langsung melakukan penelusuran ke lokasi.
Tim bertemu dengan warga, kades hingga pimpinan organisasi menaungi sekolah tersebut di tingkat kecamatan.“Saat itu, (dugaan pencabulan, Red) sudah dilaporkan kepada kades, camat dan dinas, juga ditindaklanjuti.”jelas Anif.
Ia mengaku terkejut atas kejadian itu. Apalagi pengawas juga tidak mendapatkan informasi itu. “Korbannya kan diduga 12 anak. Pasti waktunya tidak sebentar,”ungkap pria itu.Anif mengatakan, sekolah itu adalah madrasah dikelola wargat.
Namun keberadaan lembaga pendidikan itu di bawah binaan Kemenag. Dari sisi kelembagaan, pihak dia berkoordinasi dengan organisasi sosial keagamaan dan menaungi sekolah itu agar ditindaklanjuti.
Kepala sekolah (kasek) madrasah itu bukan berstatus aparatur sipil negara (ASN) namun dari yayasan.“Kami koordinasi dengan lembaga agar pendidikan di madrasah itu tetap berjalan normal. Jangan sampai karena dugaan ini kegiatan belajar mengajarnya terganggu.”jelas Anif.
Oknum guru diduga dan dilaporkan atas kasus dugaan pencabulan, kata Anif, berdasarkan informasi dia dapat berstatus sebagai ASN diperbantukan di sekolah itu di bawah Kemenag. Dan, mulai Senin (29/5) sudah ditarik.
“Kami nonaktifkan dulu oknum guru bersangkutan. Kalau kaseknya nanti kewenangan dari organisasi atau yayasan yang menaungi sekolah itu. Kami minta ditindaklanjuti dengan mencari kasek baru agar pendidikan tetap jalan.”imbuh Anif.
Terpisah, Mubarok, Kepala Dinas PPKB P3A Wonogiri meuturkan, keluarga tiga korban sudah melaporkan dugaan pencabulan itu ke Polres Wonogiri. Berdasarkan penelusuran dinas, ada 12 anak diduga menjadi korban aksi bejat para pelaku.
Dia menerangkan, pemkab bersama kepolisian bakal melakukan pendalaman terhadap 12 orang siswi, diduga dicabuli oleh kasek dan gurunya. Mereka bakal turun ke lapangan untuk mendalami kasus tersebut.
Mubarok menerangkan, dia belum mengetahui apakah oknum kasek dan guru itu mencabuli siswinya secara bersamaan. Hal itu bakal didalami lebih lanjut. Yang jelas, berdasarkan pengakuan dari korban, mereka mengaku dicabuli oleh oknum kasek dan guru itu.
“Kami juga komunikasikan hal ini dengan Kemenag,” kata Mubarok.Sejauh ini, kata dia, jumlah anak diduga menjadi korban pencabulan di madrasah itu masih 12 orang. Tiga di antaranya sudah dilaporkan ke polisi.
Para korban juga dipastikan diberi pendampingan oleh dinas. Apalagi pada Senin ini (29/5/2023), mereka menjalani ujian akhir semester.“Hak-hak anak kami jamin dan dilindungi agar bisa menjalani proses belajar mengajar
Ikut testing dan tidak ketinggalan dengan teman-temannya yang lain.”jelas Mubarok.Sementara itu, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kapolres Wonogiri mengatakan, pihak kepolisian telah menerima lapora dugaan pencabulan pencabulan. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Ireck Oktavianto/ Jawa Pos Radar Solo
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo
Editor : Safitri