Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Suharto Juru Parkir Wujudkan Mimpi Naik Haji

Safitri • Kamis, 25 Mei 2023 | 22:41 WIB
Sri Suharto tampak sedang sibuk mengatur mobil akan parkir di kawasan Mangkubumen, Banjarsari, Rabu (24/5).
Sri Suharto tampak sedang sibuk mengatur mobil akan parkir di kawasan Mangkubumen, Banjarsari, Rabu (24/5).
SOLO, RADARJEMBER.ID - Lantaran rajin menabung dan itu telah dilakukan selama 38 tahun, kini Sri Suharto bisa bernafas lega karena musim haji tahun ini sangat istimewa bagi pria tersebut karena bisa berangkat haji tahun 2023 ini.

BACA JUGA : Gibran Minta Langsung Laporkan Oknum Dosen Lakukan KDRT

Setiap hari Suharto menjalani profesi sebagai juru parkir di kawasan Mangkubumen, Banjarsari, Solo, bisa memenuhi panggilan Allah datang ke Tanah Suci. Setelah mengumpulkan uang hasil parkir selama berpuluh-puluh tahun.

Pria ini merasa bahagia sekali.Perjuangan keras menyisihkan uang dari hasil parkir mengantarkan dia menunaikan ibadah haji tahun ini. Hal itu diakui oleh Suharto tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan.

Seharusnya dia sudah berangkat haji sejak tahun lalu bersama sang istri, Suminem. Namun musim haji tahun lalu masih dalam situasi pandemi Covid-19. Ada pembatasan usia calon jamaah haji untuk diizinkan berangkat.

Maksimal 65 tahun. Alhasil, Sri Suharto tahun lalu berusia 68 tahun, harus sabar menunda keberangkatan.“Istri saya tetap berangkat tahun lalu. Usianya memenuhi syarat, 57 tahun. Waktu itu, istri saya khawatir. Karena berangkat sendiri tanpa saya.”imbuh Suharto.

Sri Suharto dan istri mendaftarkan haji pada 2011. Bermodalkan hasil tabungan sejak 1985. Kala itu, Sri Suharto dan istri mampu membayar Rp 50 juta untuk dua orang. Masing-masing Rp 25 juta. Kemudian tahun lalu, saat sang istri akan berangkat, diminta melunasi biayanya.

Total menjadi Rp 39 juta per orang. Dari mana uangnya?“Saya nabung dari dulu. Dari hasil parkir. Kalau dulu, saya jadi tukang parkir di siang hari. Malamnya, saya mbecak. Sekarang becak sudah gak laku. Kalah sama ojek online,” ujar pria kelahiran 30 Mei 1954 ini.

Pada zamannya, Sri Suharto bisa menyetor uang tabungan di bank sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Maklum, dulu kondisi parkir masih baik. Sri Suharto mampu mengantongi sampai Rp 100 ribu tiap harinya.

Tapi jumlah itu tidak menentu. Tak jarang Sri Suharto hanya dapat Rp 25 ribu atau paling banyak Rp 50 ribu per hari.“Saya sejak 1985 sudah jadi jukir. Awalnya parkir di depan SMA Muhammadiyah 2.”ucap Suharto.

Kemudian karena aturannya sekolah harus parkir di dalam gedung, jadi saya pindah di sekitaran sini saja. Sudah lama juga. Sebelum korona,pria tersebut  bekerja dari pukul 10.00 sampai 17.00. Suharto bisa meraup penghasilan Rp 50 ribu. Setelah korona, sehari cuma Rp 35 ribu.

Sri Suharto berkisah keinginannya berangkat haji sudah sejak lama. Bahkan sejak dia duduk di bangku kelas 1 SD. Sambil terisak, Sri Suharto menceritakan kisah masa lalu. Dia sudah tidak memiliki orang tua.

Sri Suharto kecil hidup bersama sang nenek. Kehidupan tersebut dirasa Suharto cukup sulit, namun beruntung  ada pertolongan orang-orang baik di sekitar tempat tinggal dia. “Saya sekolah dari SD sampai SMP itu dibiayai oleh kepala sekolah SD.”imbuh Suharto.

Saat itu Suharto kecil sering lihat teman-teman sebaya sekolah. Ia hanya mengintip dari pintu. Terus kepala sekolah SD itu tanya ke saya. ‘Rumahnya mana? Orang tuanya mana? Mau sekolah?’”tanya kepala SD tempat Suharto menuntut ilmu.

. Ya saya jawab mau, tapi tidak punya biaya. Makan saja minta tetangga.”tandas Suharto sambil menahan tangis.Kisah hidupnya yang berat ini membuat dia bertekad sebisa mungkin memenuhi Rukun Islam kelima.

Apapun  terjadi, Sri Suharto sudah membulatkan niat menabung untuk berangkat haji. Meski sedikit, tapi jika dilakukan konsisten, dia optimistis bakal dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah.

Sri Suharto mengaku tidak mengalami kendala dan tantangan yang berarti selama mengumpulkan tabungan untuk haji. Kuncinya, konsisten. Dapat uang berapapun, dia setor ke istri. Setiap bulan dibawa ke bank.

Di Tanah Suci nanti, dia bakal memanjatkan banyak doa. Doa terpenting adalah dirinya sekeluarga selalu sehat dan senantiasa diberikan rezeki halal. Tak lupa berdoa agar diundang lagi ke Makkah menjalankan ibadah umrah. (*)

Editor:Winardyasto HarIkirono

Foto:Arief Budiman/Jawa Pos Radar Solo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo

 

  Editor : Safitri
#Haji