Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Limbah Barang Bekas Disulap Jadi AC Oleh Pelajar SMA Solo

Safitri • Minggu, 21 Mei 2023 | 00:51 WIB
AC alias mesin pendingin ruangan berbentuk portable hasil kreasi para siswa salah satu SMA swasta di Kota Solo terbuat dari barang bekas.
AC alias mesin pendingin ruangan berbentuk portable hasil kreasi para siswa salah satu SMA swasta di Kota Solo terbuat dari barang bekas.
SOLO, RADARJEMBER.ID - Menginjak musim kemarau, suhu udara di siang hari tak lagi ramah bahkan udara terasa panas sekali. Penggunaan AC alias pendingin ruangan, justru menimbulkan efek rumah kaca buruk bagi lingkungan.

BACA JUGA : Terus Bentuk Kader Bela Negara, Jaga Keutuhan Bangsa dan Tanah Air

Salah satu SMA swasta di Kota Solo memiliki solusi tersebut. Berupa AC portable terbuat dari bahan bekas.AC poprtable tersebut merupakan kreasi Khanza Aurellia Riesma, Arfian Robani Nugroho, Arif Amin Udin, Aurel Keyza Prayudha, Junita Zara Adelia, dan Nur Latifa Maharani.

Mereka mampu memanfaatkan barang bekas tak terpakai. Meski sederhana dan biaya pembuatan murah, namun efektif mereduksi hawa panas di musim kemarau. Selain itu, AC bikinan pelajar tersebut juga hemat listrik.

“AC portable ini efektif memberikan hawa dingin di cuaca yang panas seperti saat ini. Kami menggunakan bahan-bahan bekas dengan biaya yang sedikit. Namun bisa memberikan manfaat sama dengan pendingin ruangan pada umumnya,” kata Khanza Aurellia

Bahan-bahan pembuatan AC ituseperti kardus dan kipas bekas. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekira satu pekan. Mulai dari penentuan ide, hingga eksekusi produk.“Sebenarnya proses merancang AC portable itu sebentar.”imbuh dia

Justru pengerjaan paling lama itu merealisasikan ide menjadi bentuk nyata. Semua komponen digabungkan dengan komponen lainnya.Cara kerja AC portable tersebut sangat sederhana. Jika ingin angin keluar jauh lebih dingin, tinggal memasukkan es batu pada wadah.

Sedangkan sumber energi dari AC portable ini menggunakan arus listrik DC.“Hembusan angin keluar suhunya rendah. Seprti hembusan angin dari AC ruangan. Dari uji coba kemarin, banyak yang bilang hawa dinginnya terasa sekali.”jelas Khanza.

Keunggulan produk AC portable ini, lanjut Khanza, tidak menghasilkan polutan dan bisa merusak lingkungan. Selain itu hemat biaya dan hemat listrik. Karena komponen yang digunakan mayoritas dari barang bekas.

“Selain biaya lebih murah, AC portable ini bisa dibawa kemana-mana. Menggunakan barang bekas, biaya pembuatannya sangat murah. Namun manfaatnya hampir setara AC ruangan pada umumnya.”kata dia.

Kendati demikian, masih ada kelemahan dari AC portable ini. Kekuatan hembusan angin yang keluar relatif kecil. Mengingat kipas yang digunakan ukurannya juga minimalis. Tidak sebesar AC ruangan.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dokumen Pribadi

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo

 

  Editor : Safitri
#Limbah