Siang tadi (19/5), petugas memang menjadwalkan evakuasi truk Fuso P 8394 UY yang mengalami kecelakaan di jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, Kamis 11 Mei lalu. Petugas menutup total dua jalur, baik yang dari arah Banyuwangi maupun Jember. Praktis, jalan penghubung dua kabupaten itu lumpuh total.
BACA JUGA: Evakuasi Badan Truk dari Jurang 40 Meter, Jalur Gumitir Ditutup Total
Sejatinya, sejak sehari sebelumnya, polisi telah menyampaikan rencana penutupan jalur tersebut. Pengendara diminta beristirahat sebelum naik ke Gumitir, sembari menunggu proses pengangkatan truk selesai. Meski demikian, tetap ada saja pengguna jalan yang tak menerima informasi itu, sehingga mereka terjebak di tengah antrean.
Kondisi inilah yang dimanfaatkan puluhan pedagang asongan. Mereka sudah siap sejak pukul 09.00 pagi, satu jam sebelum proses pengangkatan dimulai. Sebelum menawarkan dagangan dengan mendatangi pengendara satu per satu, para pengasong itu terlihat menyiapkan makan ringan atau minuman yang akan dijual.
Posisi mereka dibagi dua. Sebagian ada yang menjual makanannya dengan menyasar pengguna jalan yang dari arah Banyuwangi, sisanya menawarkan ke pengendara yang berasal dari arah Jember.
BACA JUGA: Kabin Truk Hancur Sopir Selamat, Warga Menganggap Pengemudi Dapat Mukjizat
Taufiq, pedagang asongan asal Mayang, Jember, mengaku sudah siap sehari sebelumnya. Dia sudah tahu rencana penutupan jalur itu sehari sebelumnya dari media sosial dan grup aplikasi percakapan.
“Jadi, saya manfaatkan kesempatan ini. Apalagi, saya sudah sering berjualan di jalur Gumitir. Biasanya setiap ada kemacetan dan saat ada longsor. Karena jalur Gumitir pasti akan terjadi antrean. Meski dengan sistem buka tutup,” ujarnya, Jumat (19/5) siang.
Bagi Taufiq, upayanya itu merupakan ikhtiar menjemput rezeki. Kemacetan panjang tersebut diakuinya sebagai kesempatan berjualan. “Jadi harus jemput bola. Siapa tahu rezeki ada di Gumitir ini. Yang penting sudah berusaha. Dan alhamdulillah, dagangannya lumayan laku,” ucapnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital