Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Sepelekan Rasa Cemas Bisa Sebabkan Gangguan Ereksi

Safitri • Kamis, 18 Mei 2023 | 22:58 WIB
Photo
Photo
JAKARTA, RADARJEMBER.ID - Gangguan ereksi disebabkan oleh apa saja? Prof.dr.Ponco Binowo, Sp.U (K) Ph.D.Guru Besar Ilmu Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjawab hal tersebut.

BACA JUGA : Ajak Santri Jadi Pelopor Perubahan, Wujudkan Kemaslahatan Warga Jember

Ada beberapa jenis disfungsi ereksi yang dapat diderita seseorang berdasarkan penyebabnya.“Pertama, disfungsi ereksi organik merupakan penyakit sistemik atau cacat organik  mempengaruhi fungsi ereksi penis.”jelas Pomco.

Menuurut Ponco,  beberapa contoh penyakit dapat menyebabkan disfungsi ereksi organik, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit neurologis,” kata Ponco dalam siaran pers, Rabu (17/5).

Disfungsi ereksi akibat masalah hormon dan trauma atau cedera fisik juga termasuk dalam klasifikasi disfungsi ereksi organik.Kedua, disfungsi ereksi psikogenik terjadi karena masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau trauma psikologis.

Ketiga adalah disfungsi ereksi campuran, merupakan disfungsi ereksi yang disebabkan karena campuran dari masalah psikogenik dan organik.“Pengobatan untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan secara bertahap. “imbuh lelaki itu.

Perlu diperhatikan bahwa tata laksana disfungsi ereksi membutuhkan waktu dan tidak dapat diselesaikan secara instan.Pertama, seorang pasien disfungsi ereksi perlu didiagnosis terlebih dahulu untuk menentukan jenis disfungsi ereksi diderita.

Selanjutnya, dari diagnosis tersebut, pasien akan mendapat pengobatan untuk disfungsi ereksi dapat diberikan obat-obatan.Jika obat-obatan tidak dapat menyembuhkan, penanganan pasien dapat berlanjut ke tahap operasi.

Saat seorang pria mengalami disfungsi ereksi, gejala yang dirasakan antara lain adalah kesulitan untuk mempertahankan ereksi yang cukup keras dan tahan lama saat melakukan hubungan seksual, kesulitan untuk mencapai ereksi walaupun sudah dirangsang secara seksual.

Gairah seksual menurun. Disfungsi ereksi juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan pria berupa kualitas dan jumlah sperma yang dihasilkan saat ejakulasi, penurunan gairah seksual yang mempengaruhi kemampuan dalam menghasilkan sperma.

Ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, dan rasa sakit atau ketidaknyamanan saat ejakulasi atau saat melakukan hubungan seksual. “Disfungsi ereksi bukan penyakit komplikasi, tetapi, dapat menjadi tanda masalah kesehatan mendasar”papar dia,

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, disfungsi ereksi bisa memburuk sehingga memengaruhi kehidupan seksual dan bisa memicu masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan. Kualitas hidup secara keseluruhan juga bisa terganggu karena disfungsi ereksi.

Berdasarkan Jurnal Ilmiah Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang terbit pada tahun 2019, dari total 255 responden yang mengisi survei, 35,6 persen di antaranya mengalami disfungsi ereksi atau sebesar 92 responden.

Oleh karena itu, penyakit disfungsi ereksi dan gangguan kesuburan pria tidak bisa dianggap remeh.Kebiasaan hidup tidak sehat, obesitas, hipertensi, dan kebiasaan merokok menjadi beberapa faktor yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami disfungsi ereksi.

Umumnya pria sehat mengalami sekitar tiga hingga enam ereksi setiap malam. Ponco mengatakan ereksi pada malam hari adalah metode tubuh untuk menjaga jaringan di dalam penis tetap sehat karena penis adalah bagian tubuh  memiliki kulit.

Tapi, tidak memiliki otot di bawah kulit.Penyakit pada sistem urologi pria sering terjadi, namun, dapat dicegah dengan melakukan beberapa tindakan preventif seperti menjaga pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol berlebih.

Selain itu, Ponco menyarankan memperbanyak minum air putih agar saluran kemih selalu dalam keadaan bersih dan menjaga kebersihan organ intim. Hindari menggunakan celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat menekan sistem reproduksi pria. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Antara

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Madiun

  Editor : Safitri
#trauma