Kanitreskrim Polsek Tempurejo Aipda Afandi mengatakan, peristiwa kebakaran ini diketahui selepas Subuh sekitar pukul 05.30 oleh Abu Bakar. Wakil koordinator keamanan kebun ini lantas menyampaikan temuannya itu ke Ismail, sejawatnya. Selanjutnya, Ismail yang baru selesai berjaga malam, melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat.
BACA JUGA: Warung Ayam Geprek di Jember Ludes Terbakar
“Alat berat itu posisinya ada di lokasi kebun tempat di mana saksi ditugaskan berjaga. Akibat kebakaran tersebut, ekskavator merek Hitachi ini mengalami kerusakan hingga 80 persen,” terangnya.
Sejauh ini, polisi masih mendalami insiden kebakaran itu. Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, alat berat tersebut diduga sengaja dibakar oleh orang tak dikenal. Aparat masih menyelidiki siapa pelakunya, termasuk motif yang mendasari pembakaran itu.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, akibat kebakaran itu kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 500 juta,” bebernya.
Guna mengungkap kasus ini, Polsek Tempurejo telah meminta bantuan Tim Inafis Polres Jember. Tim juga sudah memeriksa kerangka ekskavator yang hangus, serta memasang garis polisi di lokasi. Beberapa saksi yang mengetahui peristiwa itu juga telah dimintai keterangan.
Informasinya, alat berat itu milik Pemkot Mojokerto yang disewa oleh Bebet Budiyanto, Kepala Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari. Ia memenangkan tender pembersihan tunggak pohon karet atau clearing dari PTPN XII Kebun Glantangan seluas 85 hektare. Namun, baru mengerjakan tujuh hektare, tiba-tiba alat berat tersebut dibakar.
“Pengerjaan pembersihan tunggak pohon karet itu dilakukan sejak Senin 15 Mei, kemarin. Jadi terhitung baru dua hari bekerja. Diduga, kebakaran tersebut ada unsur kesengajaan. Pelaku dan motif masih dalam lidik,” pungkas Afandi. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital