BACA JUGA : Penantian 32 Tahun, Garuda Muda Siapkan Laga Terbaik Final SEA Games 2023
Sumber itu dikenal dengan sebutan Sendang Gotan. Luasan sendang tersebut adalah 10×6 meter itu sampai saat ini masih terkesan alami. Air berwarna hijau dan kecokelatan, tetapi saat diambil tampak begitu jernih.
Keberadaan sumber mata air itu dikelilingi pepohonan menjulang tinggi hingga membuat kondisi lingkungan sekitarnya begitu rindang. Pupun Prasetya, Ketua pemuda RW 14 Desa Mranggen membenarkan terkait kepercayaan warga terhadap Sendang Gotan tersebut.
Sendang itu dianggap mampu menyembuhkan luka baru. Terutama luka mengeluarkan darah akibat terjatuh maupun terkena benda tajam. Kepercayaan itu juga berkembang di luar Desa Mranggen.
“Sudah banyak orang membuktikan hal itu. Mulai dari membasuhi bagian yang luka. Keesokan harinya pasti akan kering,” ucap Pupun ditemui di Sendang Gotan.Sementara itu, tak jauh dari sendang, terdapat dua makam, yakni maka Kiai Kertogati dan Nyi Kertogati.
“Saat di lokasi tetap menjaga adab dan sopan santun. Apabila nanti didatangi warga, baik anak kecil maupun orang dewasa, atau disabilitas diberikan uang seikhlasnya karena pasti akan didoakan segera sembuh. Mereka tahu kalau ada orang mengambil air di sendang,” ucap Pupun.
Agar proses penyembuhan luka baru itu lebih cepat, membasuh luka harus berulang kali di bagian terluka. Bahkan ada kabar mantan atlet tinju ternama Chris Jon pernah membasuh wajah di sendang tersebut usai bertarung di ring tinju.
Air dari Sendang Gotan juga bisa langsung di minum di lokasi. Termasuk membawanya pulang karena dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Meski begitu, ada pantangan harus ditaati ketika membawa pulang air dari sendang tersebut.
“Saat perjalanan pulang tidak boleh melintasi Bawan atau Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom. Kalau itu dilanggar, pasti ada warga dari Desa Jemawan terkena sial. Seperti terjatuh dari pohon atau terlibat kecelakaan. Hal itu masih dipercaya oleh warga sampai saat ini.” imbuh Pupum.
Cerita mitos berkembang hingga adanya pantangan tersebut diawali dari Kiai Kertogati dan Nyi Kertogati berusaha agar minyak tolo tidak sampai ke tangan Kiai Bawan sehingga dimasukan ke sendang bercampur dengan air.
Dalam perwayangan minyak tolo tersebut merupakan minyak sakti. Sendang Gotan juga kerap digunakan untuk terapi dengan cara berendam sesuai kemampuan. Bisa juga mandi di lokasi tersebut tetapi tidak diperbolehkan menggunakan sabun.
Hal itu dilakukan agar airnya tidak tercemar sehingga tetap terjaga kejernihannya.“Ada jugadatang dengan memiliki permohonan. Bernazar menggelar pementasan wayang di Sendang Gotan selama tujuh kali berturut-turut setiap Jumat Pahing maupun Selasa Kliwom.”jelas Pupun.
Di lokasi setempat juga rutin digelar tradisi Tawu Sendang atau menguras air sendang setiap setahun sekali.“Keberadaan Sendang Gotan ini memang menjadi potensi wisata religi di Desa Mranggen.”tutur Pupun. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Angga Purendra/Jawa Pos Radar Solo
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Klaten
Editor : Safitri