Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Patroli Skala Besar untuk Jaga Jakarta dan Keamanan Negara

Maulana Ijal • Minggu, 14 Mei 2023 | 20:09 WIB
Pasukan gabungan dari unsur Polisi, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 661 personel mengikuti apel patroli skala besar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2023)
Pasukan gabungan dari unsur Polisi, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 661 personel mengikuti apel patroli skala besar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2023)
Jakarta, RADARJEMBER.ID - Untuk menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta, Polda Metro Jaya melakukan patroli skala besar.

https://radarjember.jawapos.com/nasional/12/05/2023/tidak-saja-diperkosa-juga-leher-digorok-maling/

"Patroli skala besar untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa kami serius dan siap menjaga keamanan negara ini karena Jakarta adalah barometer keamanan nasional, " kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi Ario Seto saat memberikan arahan pada Apel Patroli Skala Besar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.

Keberadaan para personel pada apel tersebut, jelas Suyudi, juga dalam rangka kesiapsiagaan untuk mengamankan Kota Jakarta.

"Kita harus siap, mungkin saat ini Jakarta terlihat tenang-tenang saja tapi kita tidak pernah tahu satu menit, satu jam ke depan, untuk itu dengan keberadaan kami dan kesiapsiagaan kami, masyarakat akan merasa aman dan nyaman," ucapnya.

Suyudi juga berfokus kepada kenakalan anak-anak muda seperti tawuran yang berawal dari mengonsumsi obat-obatan seperti tramadol.

"Jadi ini menjadi segitiga yang sangat penting antara obat-obatan, anak-anak muda kita yang notabene masih mencari identitas dengan tindakan yang mereka lakukan, " ujarnya.

Mantan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri tersebut mengungkapkan bahwa hampir 90 persen mereka yang tawuran tersebut sebelumnya telah mengonsumsi obat-obatan.

"Mereka yang melakukan tawuran itu habis menggunakan obat-obatan terlarang, sehingga akhirnya muncullah bukan hanya keberanian, tapi juga keberingasan, sehingga terjadilah tawuran, " ucapnya.

Kepada masyarakat yang ingin melakukan gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Suyudi berpesan, untuk berpikir dua kali.

​​​​​​​"Pelaku-pelaku yang ingin mencoba mengganggu Jakarta ini tentunya ini menjadi efek sok terapi dengan keberadaan kita bersama TNI dan Pemprov DKI Jakarta, " katanya. (*)

Foto : ANTARA/Ilham Kausar

Sumber Berita : Antara Editor : Maulana Ijal
#polisi #keamanaan