Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, petaka perdana menimpa sebuah truk fuso. Kendaraan pengangkut kayu jati itu terperosok ke jurang sedalam 15 meter di jalan tanjakan. Truk yang Imam Baedowi, 35, warga Dusun Selorejo, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, ini celaka akibat menghindari tabrakan dengan bus yang melaju dari arah berlawanan.
BACA JUGA: Sopir Ngantuk, Pikap Sayur Tabrak Truk
Meski truk masuk ke jurang, namun sang sopir selamat. Korban ditolong oleh Tim Relawan Gumitir bersama anggota polsek setempat. Pengemudi 35 tahun itu mengalami luka-luka di bagian wajah dan lengannya dan sempat mendapat perawatan medis.
Kecelakaan tunggal ini terjadi setelah sopir berhenti di jalan menikung dan menanjak. Ini karena ada bus yang memakan jalur yang berusaha mendahului motor di jalan tersebut. “Pada saat mau berjalan lagi, truk tidak kuat menanjak. Tiba-tiba Fuso itu berjalan mundur hingga masuk ke jurang sisi kiri jalan,” terang AKP Tanto, Kapolsek Silo.
Sementara kecelakaan kedua dialami truk Colt Diesel DK 8184 BS. Kendaraan bermuatan kayu sengon yang dikemudikan Hilmy, warga Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Jember ini terguling sekitar dua kilometer dari peristiwa pertama. Pada insiden ini juga tak sampai memakan korban jiwa.
Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum terjadi kecelakaan tunggal truk tersebut berjalan dari arah Jember. Sesampai di lokasi, Hilmy sempat mengambil jalur kanan sebelum mencapai tikungan. Namun, saat mengambil jalur kanan itu tiba-tiba muncul truk tronton dari arah berlawanan.
“Saya awalnya kaget, karena dari arah depan muncul tronton di jalan yang menikung. Saya berusaha banting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan, tapi ternyata kendaraan saya miring dan terguling,” ungkap Hilmy.
Relawan dan petugas segera terjun ke lokasi. Mereka membantu proses evakuasi. Baik muatan kayu maupun kendaraannya. Petugas hanya membutuhkan 15 menit saja untuk mengangkat truk pengangkut kayu sengon itu. Sehingga arus lalu lintas di jalur Gumitir kembali lancar tanpa hambatan. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital