Kapolsek Patrang AKP Heri Supadmo mengatakan, setelah mendapat laporan temuan mayat bayi, bersama anggota intel dan SPKT, dirinya segera mendatangi lokasi. Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati tubuh bayi tersebut masih utuh. Bahkan, lengkap dengan pusar dan ari-ari.
BACA JUGA: Bukan Hasil Hubungan Gelap, Penemuan Bayi Ternyata Cucu Sendiri di Jember
“Diperkirakan, usia bayi saat lahir ini sudah sembilan bulan. Karena organ tubuhnya sudah genap dan lengkap. Bayi tersebut diprediksi sudah meninggal antara dua sampai tiga hari,” kata Heri kepada Jawa Pos Radar Jember.
Mantan Kapolsek Mumbulsari ini menjelaskan, keberadaan jasad bayi itu kali pertama diketahui oleh Sunardi, warga setempat. Ketika mencari kayu bakar di kebun bambu, pria 50 tahun itu mencium bau busuk yang tak jauh dari lokasinya berdiri. Karena penasaran, Sunardi menelusuri sumber aroma tak sedap itu. Betapa terkejutnya ia, saat melihat sesosok bayi yang setengah terkubur. Badannya mulai membusuk, sebagian tubuhnya juga sudah menghitam.
Saat itu Sunardi berteriak memanggil Edi Susilo yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Mereka berdua memastikan jika yang dilihat itu adalah mayat bayi. “Setelah dipastikan bahwa yang ditemukan adalah bayi, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Patrang,” jelasnya.
Sejauh ini, Polsek Patrang dibantu Tim Inafis Polres Jember masih melakukan identifikasi. Setelah melakukan olah TKP, polisi bakal meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui langsung peristiwa itu. Proses penyelidikan ini bakal terus dilakukan hingga pelaku pembuang bayi tersebut ditemukan.
“Kami masih menyelidiki kasus ini. Semoga bisa segera terungkap,” pungkas perwira polisi yang pernah menjabat Kapolsek Balung tersebut. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital